Waspada
Waspada » Diminta Masyarakat Labuhanbatu Menunda Rencana Pernikahan
Sumut

Diminta Masyarakat Labuhanbatu Menunda Rencana Pernikahan

Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten, Labuhanbatu Drs H. Safiruddin, MPd. Waspada/Budi Surya Hasibuan
Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten, Labuhanbatu Drs H. Safiruddin, MPd. Waspada/Budi Surya Hasibuan

RANTAUPRAPAT(Waspada): Dengan meluasnya wabah Covid-19, Pemerintah memberlakukan situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi itu berimbas juga pada rencana pernikahan di masyarakat, selama masa PSBB ini, masyarakat diminta menunda rencana pernikahan.

Kita juga berpedoman dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bahkan telah menerbitkan edaran baru per 2 April 2020 tentang permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sudah mengadakan rapat dengan Kasi Bimas Islam yang membidanginya untuk menjalankannya dan menyampaikan kepada masyarakat, ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Labuhanbatu Drs H Safiruddin MPd kepada Waspada Jumat (3/4) di Rantauprapat.

Safiruddin menambahkan, tujuan edaran ini tentu untuk mengantisipasi berkembangnnya COVID-19, sehingga pemerintah menganjurkan tidak ada perkumpulan massa dan menjaga keselamatan masyarakat bangsa, semoga masyarakat dapat memahaminya dengan baik dan positif untuk keselamatan bersama masyarakat.

Dengan adanya edaran ini kita di jajaran Kantor Kemenag kabupaten Labuhanbatu dapat menjalankannya dengan baik terutama Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA kecamatan se-kabupaten Labuhanbatu, kata Kemenag.

Edaran tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat menunda atau menjadwal ulang rencana pelaksanaan akad nikahnya selama darurat COVID-19.

Di masa darurat COVID-19 ini, pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum 1 April 2020. Pelayanan akad nikah itu pun hanya akan dilaksanakan di KUA dan layanan di luar KUA ditiadakan.

“Aturan ini dibuat dalam kondisi kedaruratan kesehatan karena wabah Covid-19. Saya harap masyarakat bisa memahami dan menyesuaikannya,” jelas Safiruddin. Kalaupun menikah di KUA, ada beberapa prosedur kesehatan yang harus dilakukan.

Pertama, membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan

Kedua, calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.

Selanjutnya, petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul, kata Safiruddin.(c07).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2