Waspada
Waspada » Dimakamkan Dengan Prosedur Covid-19, Keluarga Mengamuk Di TPU P. Siantar
Headlines Sumut

Dimakamkan Dengan Prosedur Covid-19, Keluarga Mengamuk Di TPU P. Siantar

Pemakaman jenazah sesuai prosedur Covid-19 dilakukan petugas dari BPBD Pemko Pematangsiantar di TPU, Jl. Singosari, Selasa (20/4) malam, mendapat protes dari pihak keluarga yang menyatakan keberatan keluarga mereka dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Dimakamkan Dengan Prosedur Covid-19, Keluarga Mengamuk Di TPU P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga
Pemakaman jenazah sesuai prosedur Covid-19 dilakukan petugas dari BPBD Pemko Pematangsiantar di TPU, Jl. Singosari, Selasa (20/4) malam, mendapat protes dari pihak keluarga yang menyatakan keberatan keluarga mereka dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Dimakamkan Dengan Prosedur Covid-19, Keluarga Mengamuk Di TPU P. Siantar. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Jenazah seorang pria berusia 51 tahun, warga Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara, Kota Pematangsiantar dimakamkan dengan prosedur Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), namun keluarga menolak pemakaman sesuai prosedur Covid dan mengamuk dengan melontarkan kata-kata protes serta makian saat pemakaman jenazah di tempat pemakaman umum (TPU) Muslim, Jl. Singosari, Selasa (20/4) malam.

Pihak keluarga melontarkan protes di TPU, setelah mendapat informasi keluarga mereka yang mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) telah meninggal dunia dan akan dibawa ke Pematangsiantar serta langsung dibawa ke TPU tanpa singgah di rumah duka.

Padahal, pihak keluarga telah menanti-nanti kedatangan keluarga mereka yang meninggal dunia di rumah duka. Setelah mendapat informasi, jenazah akan langsung dibawa ke TPU, pihak keluarga menyampaikan protes dengan menempelkan poster bertuliskan “Tidak Covid-19 Tapi Dipaksa Kubur Covid” di papan pengumuman yang diletakkan di depan rumah.

Poster protes digantungkan pihak keluarga di papan pengumuman  di depan rumah duka di Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4), karena jenazah keluarga mereka yang meninggal di Kota Medan langsung dibawa ke pemakaman umum dan tidak singgah di rumah duka. Waspada/Edoard Sinaga
Poster protes digantungkan pihak keluarga di papan pengumuman  di depan rumah duka di Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4), karena jenazah keluarga mereka yang meninggal di Kota Medan langsung dibawa ke pemakaman umum dan tidak singgah di rumah duka. Waspada/Edoard Sinaga

Salah seorang keluarga yang mengaku sebagai kakak yang meninggal dunia itu, melalui pengeras suara dengan tegas menyatakan keberatannya, ketika dipaksa menandatangani surat agar jenazah bisa keluar dari rumah sakit. Namun, surat terpaksa ditandatangani agar jenazah dapat keluar dari rumah sakit.

“Saya terpaksa tanda tangan. Kalau tidak tanda tangan, adik saya tidak bisa keluar. Tapi, ini akan saya tuntut di pengadilan nanti. Saya simpan rekam mediknya. Keluarga tidak terima dibilang Covid. Ini pembodohan,” teriak kakak yang meninggal dunia itu.

Menurut kakak yang meninggal dunia itu, adiknya memang menderita penyakit jantung dan saat meninggal dunia, juga diketahui menderita penyakit lambung. “Kami sangat kecewa jenazah adik kami tidak bisa singgah di rumah duka.”

“Biar masyarakat luas tahu, kalau kerjaan Satgas Covid-19 dan pihak rumah sakit tolol. Ingat, kalian akan kena azab. Perbuatan mereka akan kuingat,” tegas kakak yang meninggal itu.

Jenazah tiba di Pematangsiantar, Selasa (20/4) sekitar pukul 18:59. Namun ambulans yang membawa jenazah langsung menuju TPU Jl. Bali, simpang Jl. Singosari dan pihak keluarga segera berdatangan ke TPU.

Belasan petugas menurunkan jenazah dari ambulans. Namun, saat peti jenazah masuk ke areal TPU, pihak keluarga terdengar mencaci maki petugas.

“Bukan Covid-19 ini ya. Kalian semprot segala. Ini kutandai muka kalian satu-satu ya,” teriak keluarga sambil merekam wajah petugas pengangkut peti mati dengan HP.

Setelah mengetahui yang mengangkut jenazah merupakan petugas BPBD Pemko Pematangsiantar, teriakan keluarga mereda.

“Kami hanya jalankan tugas. Kami dari Pematangsiantar, bukan rumah sakit Medan,” jelas salah satu petugas. Kakak yang meninggal itu langsung menangis dan menyesalkan tidak ada pihak Satgas Covid-19 yang datang ke rumah duka.

“Mana mereka, mana. Sandiwara kalian semua ini yang kalian buat ya. Kalau memang Covid, kenapa tadi tak hadir,” teriak kakak yang meninggal..

Karena cuaca sudah gelap, jenazah langsung dimakamkan yang diiringi isak tangis keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan doa bersama dan berangsur-angsur, pihak keluarga meninggalkan TPU.

Secara terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Daniel H Siregar yang dikonfirmasi melalui selular menyebutkan, pasien yang meninggal dunia di Medan itu, merupakan pasien probable Covid-19.

“Pasien yang meninggal probable Covid-19. Jenazah tidak boleh dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan sesuai protokol kesehatan demi menghindari penyebaran Covid-19,” jelas Daniel.(a28/C).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2