Dikira Penculik Anak, Laki-laki Sakit Jiwa Nyaris Diamuk Massa - Waspada

Dikira Penculik Anak, Laki-laki Sakit Jiwa Nyaris Diamuk Massa

  • Bagikan
Sakit Jiwa Nyaris Diamuk Massa
Laki-laki tanpa identitas dan diduga sakit jiwa saat diinterogasi di Polsek Bangun.(waspada/ist)

SIMALUNGUN (Waspada): Dikira penculik anak,seorang laki-laki  sakit jiwa yang yang tidak diketahui identitasnya  nyaris diamuk massa dan diamankan warga Huta I Nagori Sejahtera Kec. Siantar Kab. Simalungun.

Laki-laki yang diduga penderita sakit jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut nyaris diamuk warga, Selasa (25/2) malam. Namun berkat kesigapan personil Polsek Bangun, pria berambut gimbal dan kumuh itu aman setelah dibawa ke kantor Pangulu Sejahtera untuk selanjutnya dibawa ke kantor Polsek Bangun.

” Setelah dilakukan pengamatan dan dilakukan interogasi terhadap laki-laki tersebut tidak dapat konek, dan tidak dapat menerangkan identitas lengkap. Dari logat suara diduga bersuku Aceh. Untuk sementara dari hasil pengamatan, laki-laki tersebut adalah ODGJ ( Orang Dengan Ganguan Jiwa),” kata Kapolsek Bangun, AKP B Manurung, kepada wartawan, Rabu (26/2).

Dikatakan, sebelumnya warga mencurigai laki-laki tersebut sebagai penculik anak. Sehingga warga melaporkannya ke Polsek Bangun. Atas laporan itu, Kapolsek dan jajarannya langsung turun ke lapangan dan mengamankan laki-laki dimaksud.

Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda bahwa laki-laki tersebut sebagai penculik anak.

” Sesuai fakta-fakta yang ada, laki laki tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan baik, rambutnya kusam, gimbal dan kotor, tubuhnya berdaki tebal, gigi jorok dan busuk, tidak pakai baju hanya celana trening dan bicara ngaur dan tidak bisa dimengerti,” tambah Kapolsek.

Kapolsek berkordinasi dengan pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan agar melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan  laki-laki dimaksud dan berkordinasi dengan Dinas Sosial Simalungun.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kordinasi dengan Pangulu untuk melakukan pengecekan dan penyebarluasan informasi untuk mendapatkan keluarga dan identitas laki-laki tersebut.

Disisi lain, Kapolsek juga mengingatkan warga agar tidak gampang terpengaruh isu – isu yang dapat merugikan warga sendiri.(a29)

  • Bagikan