Waspada
Waspada » Diduga Lakukan Aksi Begal Di Deliserdang, Oknum Pensiunan TNI Dan TNI Gadungan Diamuk Massa
Headlines Sumut

Diduga Lakukan Aksi Begal Di Deliserdang, Oknum Pensiunan TNI Dan TNI Gadungan Diamuk Massa

Kapolsek Lubukpakam AKP Hendri Yanto saat mengintrogasi kedua pelaku di Mapolsek Lubukpakam Jumat (20/11). Diduga lakukan aksi begal di Deliserdang, oknum pensiunan TNI dan TNI gadungan diamuk massa. Waspada/Edward Limbong
Kapolsek Lubukpakam AKP Hendri Yanto saat mengintrogasi kedua pelaku di Mapolsek Lubukpakam Jumat (20/11). Diduga lakukan aksi begal di Deliserdang, oknum pensiunan TNI dan TNI gadungan diamuk massa. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Polsek Lubukpakam Polresta Deliserdang mengamankan oknum pensiunan (purnawirawan) TNI dan TNI gadungan (warga sipil) dari amukan massa, di Jalan Karya Utama, Taman Buah, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Kamis (19/11) malam. Keduanya diamuk massa karena diduga melakukan aksi begal (merampas barang) sepeda motor.

“Jadi tadi malam atas laporan masyarakat kita amankan dua pelaku kasus kekerasan dan juga perampasan kendaraan,” kata Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi (Kombes YM) melalui Kapolsek Lubukpakam AKP Hendri Yanto, Jumat (20/11) di Mapolsek Lubukpakam.

Dugaan pelaku begal (merampas barang) yang dimassa warga tersebut masing-masing pelaku berinisial Su, 56, yang merupakan oknum pensiunan TNI, warga Dusun VII, Komplek Sukamaju Indah, Kecamatan Sunggal dan inisial GH 24, TNI gadungan atau TNI palsu, warga Dusun Warung Seri, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pagar Merbau.

Berdasarkan pengakuan keduanya, diduga sudah berulang kali atau sebanyak 8 kali melakukan perampasan sepeda motor dengan cara mengaku suruhan leasing atau debt collector selanjutnya membawa sepeda motor. “Kalau kejadian korban (yang melapor) pada tanggal 9 November 2020 dan baru tertangkap tadi malam,” ujar AKP Hendri.

Tertangkapnya kedua pelaku inipun, karena pada saat keduanya melintas di Jalan Karya Utama, Taman Buah dan saat itu korban atas nama Edi Hutagaol, 58, warga Dusun IV, Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubukpakam, yang sepedamotor Honda Beat warna hitam miliknya dibegal tanggal 9 November 2020 di Jalan Pembangunan Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, mengenali tersangka GH yang mengenakan celana loreng sedang boncengan dengan tersangka Su yang mengenakan celana dan kaos loreng.

Saat itu juga, korban berbalik arah dan mengejar serta meneriaki kedua tersangka yang sedang boncengan dengan “rampok”. Teriakan itu membuat warga yang melintas, turut mengejar dan mencegat tersangka Su dan GH. Sekalipun mengaku TNI, massa yang kesal langsung menghakimi keduanya hingga babak belur.

“Setelah diperiksa satu palsu dan satu lagi pensiunan, motifnya pakai seragam menakut-nakuti korban (mengaku) bahwasanya mereka ini debt collector untuk menarik kereta (sepeda motor) yang bermasalah,” sebut AKP Hendri.

Untuk memastikan, bahwasanya keduanya bukan anggota TNI, AKP Hendri pun mengakui sudah berkoordinasi dengan pihak Subdenpom Lubukpakam dan hasilnya diketahui bahwa satu pelaku sudah pensiunan dan satu lagi palsu atau mengaku-ngaku oknum TNI dan selanjutnya pihaknya melanjutkan proses hukum.

“Sudah sipil makanya kita proses, ancaman hukumannya 5 tahun ke atas dikenakan pasal 365 Subsider 368 (KUHPidana),” tandasnya. (a16).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2