Diduga Kurang Perawatan, Ribuan Tanaman Sawit Milik PTPN II Mati 

  • Bagikan
Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II, R. Silalahi memperlihatkan lokasi yang mau disisip untuk pemadatan dan mengganti yang kosong dan yang mati. Diduga kurang perawatan, ribuan tanaman sawit milik PTPN II mati. Waspada/Edward Limbong
Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II, R. Silalahi memperlihatkan lokasi yang mau disisip untuk pemadatan dan mengganti yang kosong dan yang mati. Diduga kurang perawatan, ribuan tanaman sawit milik PTPN II mati. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Diduga kurangnya perawatan dan juga hama, ribuan tanaman sawit milik PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) di Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang mati.

Pantauan Waspada.id di lokasi, tampak terlihat pohon sawit mati diduga kurang perawatan dan sudah ada beberapa dilakukan penyisipan atau tanam ulang. Selain mati, di areal tanaman muda sawit tersebut juga terkesan tidak terawat hal itu terlihat dengan adanya rumput liar, sehingga arealnya kelihatan semak.

Sementara itu Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II, R. Silalahi kepada wartawan di lokasi areal tanaman muda, Selasa (10/11) mengakui adanya ribuan pohon sawit mati diantaranya karena kurang perawatan.

“Penyebab matinya, mungkin bisa saja mungkin kurang pas rotasi perawatan atau bagaimana hingga ada yang kerdil dan ada juga yang dimakan tikus,” ujar R. Silalahi.

R. Silalahi menyebutkan, dirinya baru saja menjabat sebagai Asisten Tanaman Afdeling III Penara pada Januari 2020 ini dan untuk tanaman sawit itu sudah dilakukan sejak tahun 2018. Dengan luas berjumlah kurang lebih 114,25 hektar lokasi Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau.

Dengan matinya ribuan pohon sawit itu, R. Silalahi pun menyebutkan, bahwasanya dirinya pada bulan Juni dan Agustus 2020 sudah mengajukan untuk dilakukan penyisipan dan ada realisasi sebanyak 1.671 pohon dilakukan penyisipan. “Yang sudah kita sisip ada 1.671 pohon. Namun kebutuhan yang kita tanam lagi kurang lebih 5.400 pohon,” sebutnya.

Langkah-langkah untuk mengantisipasi matinya kembali pohon sawit tersebut, di masa R. Silalahi menjabat, dia pastikan dengan berkomitmen agar merawat sepenuhnya yang masih hidup tersebut. “Untuk sekarang kita coba untuk merawat yang ada ini. Dan menghitung secara detail lagi beberapa pohon lagi yang mau disisip untuk pemadatan dan mengganti yang kosong dan yang mati. Kita tetap berusaha,” tandasnya. (a16).

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *