Diduga Ingkar Janji, Anak Pejabat L. Batu Dipolisikan - Waspada

Diduga Ingkar Janji, Anak Pejabat L. Batu Dipolisikan

  • Bagikan
Waspada/Ist
Waspada/Ist

RANTAUPRAPAT  (Waspada) : Diduga ingkar janji, seorang anak pejabat di Labuhanbatu, dipolisikan warga Kec. Rantau Selatan.

Menurut informasi yang dihimpun Waspada dari berbagai sumber, disebutkan bahwa anak pejabat tersebut, DRD, 18, sudah lama menjalani hubungan (pacaran) dengan ARL, 18 yang sehari-hari merupakan pegawai honor di salah satu dinas di Pemkab Labuhanbatu.

Awal mulanya, di bulan Maret 2019 kedua pasangan sejoli ini mulai berkenalan dan membangun hubungan kasih. Kedua pasangan tersebut semangkin dekat dan intim sehingga tanpa mereka sadari petaka sudah menanti.

Awal petaka mulai muncul di April 2019 berlanjut hingga di April 2020, hubungan terlarang sebagiamana layaknya suami istri kerap mereka lakukan hingga perjalanan mereka ke luar kota Rantauprapat.

Korban ARL yang berstatus anak di bawah umur, kian hari mengalami perubahan pada tubuhnya. Keluarga korban tentu gelisah dan meminta pertanggungjawaban. Riak-riakpun muncul.

Khawatir persoalan makin melebar, kedua pihak keluarga sepakat menikahkan pasangan muda itu secara pernikahan siri atau nikah di bawah tangan.

Diduga pernikahan dilakukan tidak tercatat di KUA (Kantor Urusan Agama) ditambah permintaan keluarga korban tidak dipenuhi, akhirnya orangtua korban mengajak putrinya untuk membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu dengan laporan polisi nomor : STTPL /468/Yan/ 2.5/2020/SPKT/RES Labuhanbatu dengan sangkaan dugaan perbuatan cabul.

Sementara itu, orang tua korban, BL, 41, PNS di Pemkab Labuhanbatu yang ditemui wartawan di kediamannya enggan memberi penjelaasan terkait putrinya. Beliau mengarahkan wartawan untuk konfirmasi dengan pengacaranya.

“Ke pengacara saya aja pak. Saya sudah serahkan persoalan itu ama pak pengacara,” ucapnya.

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kasubag Humas AKP Murni, SH didampingi Kanit PPA Ipda Rostina Sembiring,SH kepada Waspada mengatakan, bahwa kasus tersebut sudah gelar perkara. Dalam waktu dekat ini kita akan menghadirkan lima orang saksi dari pihak pelapor.

“Hari ini kita akan layangkan surat pemanggilan kepada para saksi. Insya Allah minggu depan para saksi akan diambil keterangnnya,” paparnya. (a07)

  • Bagikan