Waspada
Waspada » Diduga Bandar Narkoba Tobasa, Rumah Kanjeng Mami Digerebek
Sumut

Diduga Bandar Narkoba Tobasa, Rumah Kanjeng Mami Digerebek

Personil Sat Reskrim Polres Tobasa melakukan penggerebekan di rumah RS alias Kanjeng Mami diduga bandar narkoba besar  di Tobasa, ( Kanan ), Suami RS alias Kanjeng Mami digiring petugas Sat Reskrim Polres Tobasa ke dalam mobil sebelum dibawa kembali ke Mapolres Tobasa, Jumat (21/2). Waspada/Ist
Personil Sat Reskrim Polres Tobasa melakukan penggerebekan di rumah RS alias Kanjeng Mami diduga bandar narkoba besar  di Tobasa, ( Kanan ), Suami RS alias Kanjeng Mami digiring petugas Sat Reskrim Polres Tobasa ke dalam mobil sebelum dibawa kembali ke Mapolres Tobasa, Jumat (21/2). Waspada/Ist

TOBASA (Waspada): Rumah kediaman RS alias Kanjeng Mami diduga bandar narkoba besar di Tobasa digerebek Satreskrim Polres Tobasa, Jumat (21/2) sekira pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB di Desa Lumban Pea, Kec. Balige, Kab. Tobasa.

Kedatangan personel Polres Tobasa mengundang penasaran warga sekitar.

Seketika warga ramai mendatangi kediaman Kanjeng Mami untuk menyaksikan secara langsung proses penggerebekan..

Suami Kanjeng Mami, TT, juga ikut diturunkan dari mobil Polisi.

Proses penggerebekan berlangsung selama 2 jam. Dari dalam rumah polisi membawa satu karung goni berwarna putih diduga berisi barang bukti.

Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, SIK, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui adanya proses penggerebekan di rumah Kanjeng Mami.

“Benar bahwa penyidik kami dari Sat Reskrim Polres Tobasa telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang inisia RS, TT, BY”, ujar Agus.

Ketiganya saat ini telah kita amankan dan sedang dilakukan pemeriksaan, sambung Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, penangkapan ketiganya berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya yakni pengeroyokan yang dilakukan oleh enam orang tersangka terhadap korban DFN yang dituduh kibus narkoba baru baru ini.

“Yang bersangkutan kita dilakukan penangkapan berkaitan dengan pengembangan kasus pengeroyokan yang dialami oleh DFN dilakukan enam orang baru baru ini”, imbuhnya.

Terkait RS dan TT diduga bandar narkoba besar di Tobasa, Agus Waluyo mengaku masih terus mendalami kasus ini. Pihaknya sedang bekerja keras mengungkap kasus agar lebih jelas.

“Kami masih ada waktu 1×24 jam dalam memproses kasus ini. Kalau kita arahkan sekarang ke narkoba itu terlalu jauh, saya minta rekan rekan media bersabar. Tim kami terus menggali segala macam keterangan pada pemeriksaan yang masih berlangsung saat ini,” pungkas Agus.

Diteriaki Warga

Sebelumnya, suasana penggerebekan di rumah RS alias Kanjeng Mami sangat ramai didatangi warga. Berbagai komentar dan tanggapan masyarakat dituangkan lewat teriakan kepada TT.

Seorang warga, Bedawati Sidabutar berharap agar Kanjeng benar benar ditangkap, sebab anaknya sudah menjadi korban keganasan peredaran narkoba.

“Anakku dipenjara gara-gara narkoba. Saya memang tidak tau dari siapa anak saya dapat narkoba, tapi saya menduga dia (RS) ini bandar, makanya saya berharap agar dia benar-benar ditangkap” ujarnya.

Kepala Desa Lumban Pea, Torang Tambunan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan di rumah warganya TT dan RS.

“Saya ikut menyaksikan penggerebekan ini. Apapun kasusnya, kita berharap Polisi berhasil mengungkap motif dibalik penangkapan RS ini”, paparnya.

Dibenarkan Torang, isu yang hangat diperbincangkan warga bahwa RS bersama suaminya diduga sebagai bandar besar narkoba di Tobasa. “Isu itu pasti sampai kepada kita, namun bagaimana kebenarannya itu hanya Kepolisian yang berhak mengatakannya.

Makanya kita dukung terus pemberantasan narkoba ini agar desa kita bisa pulih dari kejahatan narkoba yang telah meresahkan masyarakat luas”, pungkas Torang. (crg)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2