Deliserdang Zona Merah Covid-19, Bupati Bantah Kadiskes Sebut Zona Kuning

Deliserdang Zona Merah Covid-19, Bupati Bantah Kadiskes Sebut Zona Kuning

  • Bagikan
Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan (kanan) didampingi Kepala BKD Yudi Hilmawan (tengah) dan Kadiskes dr Ade Budi Krista saat memberikan keterangan kepada wartawan. Deliserdang Zona Merah Covid-19, Bupati Bantah Kadiskes Sebut Zona Kuning. Waspada/Edward Limbong
Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan (kanan) didampingi Kepala BKD Yudi Hilmawan (tengah) dan Kadiskes dr Ade Budi Krista saat memberikan keterangan kepada wartawan. Deliserdang Zona Merah Covid-19, Bupati Bantah Kadiskes Sebut Zona Kuning. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Penetapan Deliserdang dalam zona penyebaran virus corona (Covid-19) yang beberapa hari belakangan menuai polemik, membuat Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan angkat bicara dengan menegaskan bahwa Deliserdang masuk kategori zona merah atau risiko penularan virus yang tinggi.

Penegasan Bupati ini, secara tidak langsung membantah pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Deliserdang dr Ade Budi Krista yang mengklaim Deliserdang masih zona kuning dan Bupati sependapat dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang dr Hanip Fahri SpKj, mengakui Deliserdang telah masuk kategori zona merah.

“Kalau saya, saya akan mengatakan Deliserdang merah. Oleh karenanya tidak hanya ASN, tidak hanya pegawai, tolong masyarakat kita merah lo (untuk taat Prokes). Bagi saya, saya lebih nyaman kalau menyampaikan semua pihak, tolong pak, kita merah pak,” kata Ashari yang saat itu berdampingan dengan Kadiskes Deliserdang, kepada wartawan, Jumat (21/5) usai melantik pejabat eselon III Pemkab Deliserdang.

Ashari yang saat itu juga didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yudi Hilmawan menjelaskan, dengan kondisi Kabupaten Deliserdang zona merah, dirinya sudah menegaskan kepada jajarannya untuk serius mencegah penyebaran Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Deliserdang saya nyakinkan untuk terus secara serius menangani (penyebaran Covid-19). Kita lihat faktanya sekarang adalah bahwa Rumah Sakit Deliserdang tingkat keisianya tinggi, sudah lebih dari 90 persen barangkali per-hari ini. Dan oleh karenanya, kita membuka tambahan di Cadika,” jelasnya.

“Rumah sakit-rumah sakit swasta (juga) yang kita pantau walaupun tidak setinggi rumah sakit daerah tapi relatif cukup tinggi,” tambah Ashari.

Ashari juga mengimbau untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tidak ada jalan lain untuk mengatasi Covid-19, kecuali hidup dengan mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan, pakai masker dan seterusnya,” imbaunya.

Polemik tentang zona Covid-19 ini, diketahui bermula Deliserdang dinyatakan zona merah atau risiko penularan virus yang tinggi, bahkan Deliserdang mengalahkan Kota Medan penyumbang positif Covid-19 baru dan angka meninggal terbanyak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan di Medan, Minggu (2/5)

Berdasarkan data yang diterima wartawan, pada Minggu, 2 Mei 2021, kasus baru bertambah 64 orang, angka kesembuhan bertambah 59 orang dan meninggal bertambah 2 orang.

Merespon hal tersebut dr Ade pada pers rilis terkait perkembangan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (11/5) mengatakan, berdasarkan data Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Deliserdang periode 3 Mei sampai dengan 9 Mei 2021 Kabupaten Deliserdang masuk ke zona kuning.

“Alasannya kenapa, tidak ada desa/kelurahan yang berada di zona merah ataupun oranye,” kata dr Ade.

dr Ade saat itu juga dengan sangat nyakin mengatakan bukan Provinsi, melainkan yang menentukan zona adalah Kabupaten. “Bukan (Provinsi), Satgas Deliserdang,” ujarnya singkat.

dr Ade yang memilih menyebutkan, Deliserdang sebagai zona kuning berdasarkan data PPKM Mikro
tanpa juga menyebutkan data nasional Deliserdang melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Deliserdang zona merah, disebut sebut untuk menutup-nutupi data agar terkesan berhasil menekan penyebaran Covid-19.

Diketahui beberapa hari yang lalu ada sebanyak 21 orang tenaga kesehatan termasuk 4 orang diantaranya dokter yang bertugas di Puskesmas Batangkuis Kabupaten Deliserdang terkonfirmasi positif Covid-19. Merespon akan hal ini dr Ade juga sangat nyakin Deliserdang masih zona kuning dan 21 Nakes tersebut tidak mempengaruhi zona Covid-19.

Sementara itu dr Hanip menyebutkan, saat ini khusus di RSUD Deliserdang ruangan untuk pasien Covid-19 sudah penuh. Sehingga pihaknya membuat perluasan ruangan rawat inap RSUD Deliserdang di Cadika dengan total pasien yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 93 orang. “81 orang dirawat inap di RSUD Deliserdang, kemudian yang dirawat di Cadika 12 orang. Jadi total 93 orang pasien yang dibawa pengawasan RSUD Deliserdang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Dengan kondisi sebanyak 93 orang khusus dirawat di RSUD Deliserdang dan belum lagi jumlah 21 orang tenaga kesehatan termasuk 4 orang diantaranya dokter yang bertugas di Puskesmas Batangkuis. Bahkan data dari rumah sakit swasta yang merawat pasien Covid-19 belum masuk lagi, maka dr Hanif sangat berkeyakinan bahwa Deliserdang zona merah penyebaran Covid-19. “Ya Deliserdang masih merah, kalau PPKM Mikro inikan, kita sendiri yang menilai,” tegasnya.
(a16/a01/a14).

 

  • Bagikan