Deliserdang Zona Kuning, Jubir Satgas Sebut Penetapan Zona Wewenang Kabupaten - Waspada

Deliserdang Zona Kuning, Jubir Satgas Sebut Penetapan Zona Wewenang Kabupaten

  • Bagikan
Suasana pada saat pers reales terkait perkembangan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (11/5). Waspada/Edward Limbong
Suasana pada saat pers reales terkait perkembangan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (11/5). Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Deliserdang dr Ade Budi Krista mengakui bahwa Deliserdang saat ini sudah masuk kriteria zona kuning Covid-19. Bahkan dr Ade menyebutkan untuk menetapkan zona dengan data yang ada adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten bukan Pemerintah Provinsi.

Hal itu terungkap saat, wartawan mempertanyakan status zona Covid-19, pada pers reales terkait perkembangan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Deliserdang di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (11/5).

Kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar, Kapolreta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, Dandim 0204/DS Letkol Kav Jackie Yudhantara, Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) M Ari Mulyawan dan lainnya.

Saat itu pertayaan muncul dimana sebelumnya diketahui Deliserdang zona merah atau risiko penularan virus yang tinggi, bahkan Deliserdang mengalahkan Kota Medan penyumbang positif Covid-19 baru dan angka meninggal terbanyak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan di Medan, Minggu (2/5)

Berdasarkan data yang diterima wartawan, pada Minggu, 2 Mei 2021, kasus baru bertambah 64 orang, angka kesembuhan bertambah 59 orang dan meninggal bertambah 2 orang.

Merespon hal tersebut dr Ade mengatakan, berdasarkan data Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Deliserdang periode 3 Mei sampai dengan 9 Mei 2021 Kabupaten Deliserdang masuk ke zona kuning.

“Alasannya kenapa, tidak ada desa/kelurahan yang berada di zona merah ataupun oranye,” kata dr Ade.

dr Ade menjelaskan, ketentuan klasifikasi zona itu diatur sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

“Jadi kalau menentukan zona itu tergantung dari jumlah rumah tangga yang terpapar kasus Covid-19, ada beberapa ketentuannya kalau dia tidak ada rumah tangga maka dia zona hijau, kalau dia satu, sampai dua rumah tangga. Jadi bisa saja dalam satu rumah tangga ada empat orang positif tapi dihitung tetap satu rumah tangga, maka dia masuk ke zona kuning. Kalau dia tiga sampai lima rumah tangga yang mempunyai menderita Covid masuk ke zona oranye dan kalau lebih dari lima rumah tangga masuk ke zona merah,” jelasnya.

dr Ade yang saat ini merupakan Kadis Kesehatan Deliserdang juga menegaskan yang menentukan klasifikasi zona adalah kewenangan Pemerintah Kabupaten bukan Pemerintah Provinsi.

“Jadi untuk zona kuning kami pertegas lagi, Deliserdang adalah zona kuning berdasarkan PPKM Mikro sesuai instruksi Mendagri nomor 10 tahun 2021, disitu sudah jelas kriterianya dan disitu dinyatakan bahwa Kabupaten/kota tersebutlah yang menentukan zona didaerah itu sesuai dengan data data,” katanya.

Ditanya kembali, dengan kondisi itu
apakah artinya penentunya bukan Provinsi, dr Ade dengan sangat nyakin mengatakan bukan Provinsi, melainkan yang menentukan adalah Kabupaten. ” Bukan (Provinsi), Satgas Deliserdang,” ujarnya singkat.

Dalam kesempatan dr Ade juga menyebutkan, berdasarkan data Satgas Covid-19 Deliserdang sampai dengan tanggal 10 Mei 2021 kasus konfirmasi positif berjumlah 5.427 kasus, untuk tahun 2021 sejak Januari bertambah 3.042 kasus. “Artinya dalam kurun waktu 5 bulan di 2021 sudah lebih banyak kasus dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Kemudian kasus meninggal konfirmasi positif berjumlah 301 kasus kematian, untuk tahun 2021 sejak Januari bertambah 159 kasus.

Selanjutnya, kasus aktif yaitu kasus konfirmasi yang sedang dirawat di berbagai Rumah Sakit maupun isolasi mandiri berjumlah 457 orang dan berpotensi meningkat karena belum termasuk kontak erat baik yang sudah ditracing maupun belum.

“Angka kesembuhan berjumlah 4.669 orang untuk tahun 2021 sejak Januari berjumlah 2.426 orang,” sebutnya.

Sementara itu Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar menyebutkan, Deliserdang sudah masuk ke zona bukan hanya dibuat-buat namun sudah ada hitung hitungnya.

“Justru karena itu kami sebagai (Satgas Covid-19) menyampaikan kepada rekan rekan wartawan inilah kondisi Kabupaten Deliserdang,” katanya.

Yusuf pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi himbauan kami mari sama-sama kita sampaikan kepada warga masyarakat supaya benar benar disiplin (mengenai) apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah,” imbaunya. (a16/a14/a01)

 

  • Bagikan