Waspada
Waspada » Dampak Refocusing, Dinas Perpustakaan Asahan Diputus PLN
Headlines Sumut

Dampak Refocusing, Dinas Perpustakaan Asahan Diputus PLN

Petugas PLN ULP Kisaran sedang memutus sementara aliran listrik Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab Asahan, dengan menyegel meteran. Dampak refocusing, Dinas Perpustakaan Asahan diputus PLN. Waspada/Bustami CP
Petugas PLN ULP Kisaran sedang memutus sementara aliran listrik Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab Asahan, dengan menyegel meteran. Dampak refocusing, Dinas Perpustakaan Asahan diputus PLN. Waspada/Bustami CP

KISARAN (Waspada): Dampak refocusing (menunda-red) anggaran untuk penanggulangan Covid-19, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab Asahan tidak mampu membayar tagihan PLN, sehingga diberi sanksi pemutusan aliran listrik sementara.

Manager PT PLN ULP Kisaran, Rosi Hasibuan dikonfirmasi Waspada.id, saat pemutusan sementara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jumat (30/10), menuturkan bahwa pihaknya sudah menyurati dan mendatangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada 21 Oktober 2020 lalu, tagihan listrik untuk Oktober dengan nilai Rp7.172.065, dan telah memberikan tenggang waktu untuk pelunasan.

“Saya sudah jumpa langsung dengan Kepala Dinas Perpustakaan, katanya akan dilunasi dalam waktu dekat,” jelas Rosi.

Ditanya, apakah ada kantor dinas lain di Asahan yang dilakukan pemutusan, Rosi mengatakan, hanya Dinas Perpustakaan saja, dinas yang lain sudah tidak ada tunggakan.

“Tapi sampai saat ini belum ada pelunasan. Sehingga kita ambil tindakan tegas pemutusan sementara, dan menyegel meteran, hingga rekening dilunasi,” kata Rosi

Sedangkan Kadis Kominfo Kab Asahan Rahmat Hidayat Siregar, saat dikonfirmasi Waspada.id, menyayangkan tindakan PLN, karena tidak memahami situasi saat ini. Karena anggaran di Pemkab Asahan terjadi refocusing untuk penanggulangan Covid-19.

Dinas Perpustakaan dan Arsip, kata Hidayat anggaran mereka ada dana harian diperuntukkan untuk pelayanan masyarakat yang menggunakan buku di perpustakaan, sehingga yang direfocusing adalah tagihan listrik. Untuk menutupinya dilakukan pengalihan di P-APBD 2020 yang sampai saat ini belum diputuskan.

“Ini sudah kami sampaikan ke PLN, sebaiknya PLN bisa memahami itu, bukan langsung diberikan tindakan. Karena pada dasarnya Pemkab dan BUMN harus bisa bersinergi,” sebut Hidayat menjelaskan dampak refocusing.

Hidayat juga menyayangkan, kenapa pemutusan dilakukan hari libur, di saat aktivitas perkantoran tutup, sehingga pihaknya sangat terkejut atas tindakan PLN. Hidayat sangat mengkhawatirkan, bagaimana siswa nanti yang akan menggunakan fasilitas Perpustakaan dalam memenuhi Daring.

“Pada intinya kita pasti bayar, namun karena kita dalam masa pandemi, dan adanya refocusing anggaran, harusnya saling pengertian dan memahami situasi untuk solusi bersama,” jelas Hidayat. (a19/a20)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2