Cukup Memilukan Hati, Saat Ini Pematangsiantar Tidak Punya Sarana OR
banner 325x300

Cukup Memilukan Hati, Saat Ini Pematangsiantar Tidak Punya Sarana Olahraga

  • Bagikan
Cukup memilukan hati, saat ini Kota Pematangsiantar tidak mempunyai sarana olahraga, sesal calon Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT (kanan), saat bincang-bincang pada Kamis (26/11). Waspada/Edoard Sinaga
Cukup memilukan hati, saat ini Kota Pematangsiantar tidak mempunyai sarana olahraga, sesal calon Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT (kanan), saat bincang-bincang pada Kamis (26/11). Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Cukup memilukan hati, karena saat ini Kota Pematangsiantar tidak mempunyai sarana olahraga, tidak ada GOR dan stadion. Padahal, sebagai kota terbesar kedua di Sumut, hal itu sangat disayangkan, hingga kaum milleniel kebingungan mencari tempat untuk mengasah bakat mereka.

“Tapi, kita harus optimis dan kelak dipercaya menjadi kepala daerah, perhatian kita yakni pembangunan sarana olahraga secara terukur,” sebut Calon Wali Kota Pematangsiantar Ir. Asner Silalahi, MT ketika bincang-bincang, Kamis (26/11).

Cukup memilukan hati, saat ini Kota Pematangsiantar tidak mempunyai sarana olahraga. Waspada/Edoard Sinaga
Cukup memilukan hati, saat ini Kota Pematangsiantar tidak mempunyai sarana olahraga. Waspada/Edoard Sinaga

Menurut Asner, guna menghasilkan atlet yang unggul dan dapat membawa nama  Pematangsiantar harum ke tingkat nasional dan internasional, bersama pasangannya Calon Wakil Wali Kota dr. Susanti Dewayani, SpA, memiliki program terhadap dunia olahraga dengan target, menjadikan Pematangsiantar gudangnya bintang atau atlet membanggakan.

“Langkah utama, membenahi sarana olahraga. Tanpa ini, olahraga bak mati suri. Kami melihat masalah sudah puluhan tahun, hingga membuat anak-anak muda kehilangan prestasi. Padahal, banyak putra-putri dari kota ini memiliki talenta yang layak dibangggakan, contohnya pemain sepak bola nasional Rico Simanjuntak,” sebut Asner.

Idealnya, imbuh Asner, Pematangsiantar mampu menghasilkan ratusan atlet hebat. “Namun, tanpa sarana akan sia-sia dan malah dikhawatirkan, anak-anak asal Pematangsiantar akan mengasah kemampuan dasarnya di daerah lain serta tentunya akan mewakili daerah itu pada setiap perhelatan olahraga.”

“Kami mempunyai mimpi bagaimana pesta olahraga di Sumut yakni PON tahun 2024, Pematangsiantar menjadi salah satu daerah yang dipercaya sebagai tuan rumah, setidaknya untuk tiga cabang olahraga. Mimpi kami di tahun 2024, Sumut sebagai tuan rumah PON dan Pematangsiantar bisa kebagian serta harapan itu pasti akan menghidupkan perekomian,” sebut Asner.

Selain pembenahan infrastruktur olahraga, menurut Asner, harus memperkuat pembinaan dan pelatihan. “Para pelatih pun, perlu dibekali lebih matang lagi, baik dari sisi kemampuan dan kebutuhan mereka. Namun, yang tidak kalah penting menghidupkan olahraga yakni rekrutmen atlet.”

“Kita akan membuat rekrutmen dan seleksi pada bidang olahraga yang memungkinkan dilakukan seleksi. Contohnya sepakbola, catur dan lainnya. Olahraga seperti itu, biasanya ada otodidak. Kemudian, kita akan melakukan pertandingan rutin, mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota,” jelas Asner.

Tahapan itu diyakini akan menggairahkan bagi anak-anak muda yang memiliki talenta atau hobi olahraga, imbuh Asner. “Ini sangat saya mimpikan di Pematangsiantar. Program ini multi manfaat, karena turut menghidupkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Contohnya, saat pertandingan, jualan makanan ringan akan laris. Ini hal-hal sederhana. Anak-anak berprestasi olahraga, juga harus mendapat beasiswa khusus.”(a28/B).

 

 

  • Bagikan