Waspada
Waspada » Cuaca Ekstrim, BPBD Tapsel Siaga Bencana
Sumut

Cuaca Ekstrim, BPBD Tapsel Siaga Bencana

Kepala BPBD Tapanuli Selatan, H. Ilham Suhardi MH, saat memberikan keterangan di Sipirok, Selasa (28/1). Waspada/Ahmad Cerem Meha
Kepala BPBD Tapanuli Selatan, H. Ilham Suhardi MH, saat memberikan keterangan di Sipirok, Selasa (28/1). Waspada/Ahmad Cerem Meha

SIPIROK (Waspada) : Memasuki awal tahun 2020 ini, wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan akhir- akhir ini menghadapi cuaca ekstrim . Dampak yang ditimbulkan seperti hujan dengan intensitas tinggi, petir, gelombang pasang, tanah longsor, angin kencang terjadi di sejumlah lokasi di kabupaten ini.

Menyikapi kondisi itu, BPBD Tapsel bersama Polres Tapsel dan instansi lainya apel siaga menghadapi bencana yang dilaksanakan Jumat 17 Januari lalu di halaman Mapolres Tapsel, Jln SM Raja Padangsidimpuan untuk memastikan kesiapan personil, peralatan dan logistik, sarana serta prasarana yang ada.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Tapsel, H Ilham Suhardi MH menjawab waspada di Sipirok, Selasa (28/1) . Katanya apel siaga itu dihadiri Kapolres Tapsel, AKBP Irwa Zaini Adib, mewakili Ketua DPRD Tapsel, Doli P.Pasaribu, serta sejumlah dinas.

Menindaklanjuti apel siaga itu, ujar H Ilham, diperlukan semangat dalam bertugas serta cepat merespon kejadian bencana, sesuai implementasi Code of Conduct lembaga penanggulangan bencana.

“Kecepatan merespon bencana adalah kunci BPBD yang harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan dalam pelayanan penanggulangan bencana,” tegas Ilham.
Dikatakan, bencana kapan saja dapat terjadi, sehingga kerjasama antar lembaga harus terus diterapkan dan ditingkatkan sehingga kesiapsiagaan bencana tidak terkendala.

Sebagai wujud penguatan jejaring kebencanaan, setelah apel siaga dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah kecamatan rawan bencana antara lain , Sipirik Dolok Hole dan Aek Bilah yang merupakan daerah rawan longsor, Muara Batang Toru dan Angkola Sangkunur rawan banjir dan longsor.

Kemudian, Tano Tombangan rawan banjir, Sayur Matinggi rawan longsor dan banjir, Batang Angkola dan Angkola Muaratais daerah rawan banjir. Sedangkan Sipirok merupakan daerah rawan gempa karena berada di daerah patahan bumi.

Kesiapan warga dalam menghadapi bencana terutama banjir di sejumlah desa telah tersosialisasi, seperti di Desa Rianiate dan Desa Sibara Bara, Kec. Angkola Sangkunur sejumlah warga telah memiliki perahu dan BPBD Tapsel memiliki perahu karet beserta mesinnya untuk evakuasi.(a34/c13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2