Waspada
Waspada » Cuaca Ekstrem, 5 Desa Terendam Banjir
Headlines Sumut

Cuaca Ekstrem, 5 Desa Terendam Banjir

Kondisi banjir karena luapan sungai di Desa Piasa Hulu, Kec Tinggi Raja, Kab Asahan. Cuaca Ekstrem, 5 Desa Terendam Banjir. Waspada/Bustami CP
Kondisi banjir karena luapan sungai di Desa Piasa Hulu, Kec Tinggi Raja, Kab Asahan. Cuaca Ekstrem, 5 Desa Terendam Banjir. Waspada/Bustami CP

KISARAN (Waspada): Karena cuaca ekstrem dengan tingginya curah hujan di hulu, sungai yang ada di Asahan meluap dan merendam rumah warga pada lima desa di dua kecamatan.

Sekretaris BPBD Asahan Khaidir Sinaga, saat dikonfirmasi Waspada.id, Rabu (16/6), menjelaskan, sebelumnya banjir dimulai kemarin merendam dua desa Kecamatan Setia Janji, yang disebabkan meluapnya Sungai Silau Tua, namun saat ini mulai membaik. Pergeseran air berpindah dengan meluapnya Sungai Piasa, dan Hianga, merendam Desa Piasa Ulu, Tinggi Raja dan Terusan Tengah, Kec Tinggi Raja.

“Laporan saat ini ada lima desa di Kecamatan Setia Janji, dan Tinggi Raja, dengan ketinggian paling rendah 40 cm dan paling tinggi mencapai 120 cm, dan hitungan sementara ada 80 rumah yang terendam,” jelas Khaidir.

Menurutnya, hasil laporan BMKG, memang wilayah Sumut dilanda cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang, namun karena adanya sedimentasi sungai tidak mampu menampung volume air sehingga meluap, ditambah lagi wilayah resapan dan tangkapan air sangat minim, sehingga banjir tidak bisa dihindarkan.

“Untuk saat ini kondisi sudah mulai membaik, dengan normalnya keadaan alam dan normalnya keadaan sungai,” kata Khaidir.

Disinggung dengan upaya penanggulangan banjir, Khaidir menuturkan bahwa sebelumnya, pihaknya pada 2019 telah mengajukan untuk normalisasi sungai dengan pengerukan dan membangun tanggul, namun karena saat ini ada Pandemi Covid-19 terjadi refocusing anggaran untuk 2020 dan 2021, sehingga penanggulan itu tidak jadi dilakukan oleh Pemprov Sumut.

“Upaya jangka pendek adalah normalisasi sungai dan pembangunan tanggul, sedangkan upaya jangka panjang adalah kesadaran masyarakat untuk merawat alam dengan tidak mengalih fungsikan daerah pinggiran sungai dan daerah resapan air,” jelas Khaidir.

Sementara, salah seorang korban banjir Kusnaidi, warga di Desa Piasa Ulu, Kec Tinggi Raja, Kab Asahan, menuturkan, air di wilayah naik sekitar pukul 01.30 WIB, dinihari, dan mengatakan ini merupakan banjir kiriman, karena saat kejadian wilayahya tidak terjadi hujan, namun air sungai meluap dan merendam rumah warga, banjir kali ini tergolong besar karena mencapai pinggang orang dewasa.

“Wilayah ini memang sering banjir, namun secara berlahan kembali normal seiring membaiknya aliran sungai,” jelas Kusnaidi. (a19/a20)

Baca juga:

“Si Jago Merah” Kembali Mengganas, Empat Rumah Rata Dengan Tanah

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2