Covid-19 Di Samosir :Tambah 16 dan Total Meninggal Dunia 25 Orang

Covid-19 Di Samosir :Tambah 16 dan Total Meninggal Dunia 25 Orang

  • Bagikan
Pemakaman pasien Covid-19 di Samosir disaksikan oleh Satgas Kecamatan dan Desa. Covid-19 Di Samosir :Tambah 16 dan Total Meninggal Dunia 25 Orang. (Waspada/Tumpal P Sijabat)
Pemakaman pasien Covid-19 di Samosir disaksikan oleh Satgas Kecamatan dan Desa. Covid-19 Di Samosir :Tambah 16 dan Total Meninggal Dunia 25 Orang. (Waspada/Tumpal P Sijabat)

SAMOSIR (Waspada) : Data perkembangan Covid-19 yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, Rabu (28/7) tambah 16 kasus baru, 31 sembuh, kumulatif konfirmasi positif 1.163 kasus dan total meninggal dunia 25 orang. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kominfo yang juga Jubir Satgas Covid-19 Samosir, Rohani Bakkara, Rabu (28/7).

Menyikapi lonjakan kasus konfirmasi positif beberapa hari terakhir ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Samosir tetap mengacu pada Instruksi Mendagri Nomor 26 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/31/INST/2021 dalam mengeluarkan Instruksi Bupati Samosir terkait lanjutan PPKM berbasis Mikro, jelas Rohani Bakkara.

Pada rapat Forkopimda dan Satgas Covid-19 Kabupaten Samosir, Selasa (27/7/2021) lalu, ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan untuk menurunkan angka kasus konfirmasi positif harian melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19.

Untuk menanggulangi gedung isolasi dan perawatan pasien Covid-19, RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan telah mengambil kebijakan yaitu konsentrasi gedung Kelas I dan II bagi pasien Covid-19 sementara pasien non Covid-19 dialihkan ke gedung Kelas III dengan hak dan layanan tetap seperti Kelas I dan II, ungkap Kadis Kominfo Samosir itu.

Jika kasus terus melonjak, Satgas tengah menyiapkan ruang isolasi dan perawatan terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Samosir, Jalan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Samosir Desa Parbaba, Pangururan.

Menyikapi jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 pada RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan dan Dinas Kesehatan Samosir yang menyebabkan terganggunya layanan pada fasilitas kesehatan, Satgas tengah menyiapkan skenario penugasan bagi ASN berlatar belakang kesehatan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten (PPKB) Samosir untuk membantu pengendalian Covid-19. Hal ini telah dikordinasikan dengan BKKBN Provinsi Sumatera Utara.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom, selaku Ketua Satgas Covid-19 mengatakan agar keseimbangan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tetap diutamakan namun pengutamaan tetap pada kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19. Bupati menginstruksikan agar percepatan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat penerima manfaat paling lambat minggu pertama Agustus untuk penerimaan bulan Mei, Juni, dan Juli 2021.

Di samping itu, Bupati juga menegaskan pendekatan pengendalian adalah pengetatan secara total dan jika sudah turun angka konfirmasi positif Covid-19 dan terkendali, maka pengetatan akan dibuka secara perlahan-lahan.

Jika perlu dan terukur, Bupati juga menegaskan agar dilakukan penindakan bagi pelanggar PPKM berbasis mikro. Selain itu, Bupati melalui Pemerintahan Kecamatan menginstruksikan agar para kepala desa zona merah melakukan patroli setiap malam di desanya memastikan tidak ada kerumunan dan pada kegiatan itu Bupati juga berencana ikut secara langsung dalam patroli tersebut.

Berikut Data Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Samosir per hari, Rabu (28/7/2021) yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dengan rincian 16 kasus baru (420), 31 sembuh (718), kumulatif konfirmasi positif menjadi 1.163 kasus (Konfirmasi Positif + Suspek + Probable = 1.170) dan meninggal dunia 25 orang. (cts)

  • Bagikan