Buron Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Di Batubara Tertangkap Di Warung Tuak  - Waspada

Buron Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Di Batubara Tertangkap Di Warung Tuak 

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Bambang G Hutabarat menunjukkan tersangka dan membacakan kasus yang menjerat Kades Gunung RantebHS. ( Foto Agusdiansyah Hasibuan)

BATUBARA (Waspada): Setahun lebih HS, Kepala Desa Gunung Rante Kec. Talawi, Kab. Batubara buron, setelah kasus dugaan korupsi Dana Desanya diselidiki Satresktim Polres Batubara, Jumat 23 Oktober berhasil diringkus di Warung tuak di Propinsi Jambi.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan melalui Kasat Reskrim AKP Bambang G Hutabarat, Selasa ( 3/11) menyebutkan, tersangka HS pada bulan April 2019 sudah buron setelah ia merasa kasus penggunaan Dana desa TA 2018 dan TA 2019 disidik Polisi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait dan dikuatkan dengan Laporan telaahan staf atas dugaan Tindak Pidana Korupsi tentang Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa pada Desa Gunung Rante Kecal.Talawi Kabupaten Batubara TA 2018 dan 2019, oleh pihak BPKP Perwakilan Sumatera Utara, tertanggal 27 Juli 2020, ditemukan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 431.238.681,- diduga Kepala Desa Gunung Rante atas nama HS melakukan penyelewengan atas penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tersebut,” kata Bambang.

Dijelaskan Bambang Penyelidik Sat Reskrim Polres Batubara mencari keberadaan di seputaran Desa Gunung Rante Kec. Talawi Kab. Batubara dan Kab. Batubara sekitarnya.

Namun tidak membuahkan hasil karena HS telah meninggalkan Kab. Batubara, sehingga mengalami kesulitan untuk mengetahui keberadaannya.

Bulan Oktober 2020 Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Batubara mendapat informasi keberadaan HS di wilayah Provinsi Jambi.

Lalu pada tanggal 20 Oktober 2020 unit Tipikor Sat Reskrim Polres Batubara berangkat menuju ke Provinsi Jambi untuk memastikan keberadaan HS dan melakukan penangkapan, Jum’at 23 Oktober 2020.

” Setelah berhasil mengamankan HS, langsung dibawa ke Polres Batubara untuk dilakukan pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya selama menjabat sebagai Kepala Desa,” kata Bambang.

Terhadap tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 dari UU RI No. 31 Tahun 1999 Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (a17.b)

 

  • Bagikan