Waspada
Waspada » Bupati Tapteng Bakar 14 Mesin Judi Jackpot 
Sumut

Bupati Tapteng Bakar 14 Mesin Judi Jackpot 

PEMUSNAHAN barang bukti mesin judi jackpot dan judi tembak ikan. Waspada/Haris Sikumbang
PEMUSNAHAN barang bukti mesin judi jackpot dan judi tembak ikan. Waspada/Haris Sikumbang

TAPTENG (Waspada): Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani memusnahkan sebanyak 14 mesin judi jackpot atau dingdong, dan 1 mesin judi tembak ikan.

Pemusnahan barang bukti mesin judi tersebut berlangsung di lapangan gedung olahraga Pandan, Rabu (9/9).

Dan disaksikan Wabup Darwin Sitompul, Ketua DPRD, Khairul Kiyedi Pasaribu, dan sejumlah pejabat lainnya.

“Tidak peduli saya ini harganya mahal. Ini kepentingan masyarakat, yang katanya mesin judi yang kecil saja itu jutaan perhari penghasilannya dan kalau yang besar katanya puluhan juta satu hari,” kata Bupati Bakhtiar.

Dia menegaskan, pihaknya akan membuat regulasi yang mengharamkan judi di wilayah pemerintahannya.

Pemkab Tapteng akan melakukan kajian terkait itu.

“Agama mana pun melarang adanya judi. Itulah komitmen kita, jangan coba ada orang yang bermain membuat mesin judi di Tapteng,” tegas Bakhtiar di sela Bakhtiar juga memastikan, pihaknya akan terus melakukan razia dan menangkap mesin judi di Tapteng untuk diproses sesuai prosedur hukum.

“Kami pastikan haram hukumnya ada judi di Tapteng. Segala upaya akan kami lakukan, karena rakyat bersama kami. Kita akan bekerja habisan memberantas mesin judi,” ujarnya.

Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI.

Sehingga jika nanti ada pemilik yang mengakui dan ada buktinya akan diserahkan ke kepolisian.

“Seluruh barang bukti yang dimusnahkan hari ini sudah 6 bulan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Yah kita musnahkan saja, sampai sekarang tidak ada pemiliknya,” katanya.

Menurut Bakhtiar, tidak logika juga jika ada pemilik kedai yang menyiapkan mesin judi, tetapi dia tak mengetahui mesin judi itu punya siapa.

Oleh sebab itu, razia akan dilakukan rutin, begitu ditangkap, ditunggu siapa pemiliknya.

Kalau tidak ada akan dimusnahkan.

Tetapi, kalau ada pemiliknya, maka diserahkan ke polisi.

“Biar hukum yang memproses, karena dia yang menyediakan tempat judi. Saya yakin kita sepakat, polisi sepakat, TNI sepakat, semua tokoh masyarakat pasti mendukung,” sebut Bakhtiar.

Pemkab Tapteng akan membuat kajian peraturan bagi usaha.

Kalau ada nanti rumah makan, kedai kopi, restoran, atau rumah penduduk, ada ditemukan mesin judi dan ada orang yang main akan ditangkap.

“Bisa saja kami bikin peraturan, semisal akan dicabut KK dan KTP-nya dari Kabupaten Tapteng. Jadi jangan coba main. Dan jangan menyesal bila saya akan keluarkan Perda atau Perbub tentang itu. Kita sudah cukup sabar. Kita juga sudah basmi narkoba dan apapun risiko akan saya ambil. Saya minta kepolisian dan TNI bersama turun ke lapangan,” tegas bakhtiar. (c03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2