Bupati Melayat Korban Tertimbun Longsor

  • Bagikan
Kunjungan Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution ke rumah duka korban tertimbun tanah longsor. Waspada/Ali Anhar Harahap
Kunjungan Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution ke rumah duka korban tertimbun tanah longsor. Waspada/Ali Anhar Harahap

MADINA (Waspada) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melayat ke rumah duka korban tertimbun tanah longsor didesa Simpang Bajole dan Banjar Limabung Kecamatan Lingga Bayu, Jumat, (29/04).

Rencananya 12 korban jiwa dalam peristiwa tersebut akan dimakamkan hari ini selepas shalat Jumat di tempat pemakaman umum desa setempat.

Turut mendampingi Kepala Dinas Sosial Madina, Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Madina Edi Sahlan, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS dan sejumlah pejabat forkompimca Lingga Bayu lainnya mengunjungi satu persatu rumah duka.

Bupati menyampaikan turut berbelasungkawa dan prihatin atas musibah tersebut sekaligus mungucapkan turut berdukacita atas nama Pemerintah Madina

“Korban ternyata tertimbun, semuanya ibu-ibu dengan banyak anak yang ditinggalkan, ada yang empat ada yang enam, kami dari Pemerintah sangat prihatin dan mengucapkan turut berdukacita kepada 12 keluarga korban” ucap Bupati.

Sukhairi juga menjelaskan jika para korban kemarin sedang melakukan aktivitas mencari butiran-butiran emas secara tradisional atau mendulang pada lobang tambang emas milik orang lain. Tanpa diduga dinding lobang mengalami longsor dan menimbun para emak ibu-ibu tersebut.

“Kegiatan Dompeng (menambang emas dengan mesin air merk Dompeng) pengambilan emas dengan cara manual ada alat Dompeng, tanpa disadari mungkin terjadi longsor dan mereka tertimbun, barang kali cuma 10 hingga 15 menit, tapi sudah kehabisan oksigen dan meninggal dunia” terangnya

Rencananya 12 korban akan dimakamkan hari ini di pemakaman umum desa. Sembilan korban adalah warga Desa Bandar Limabung dan 3 lainnya warga Desa Simpang Bajole.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Madina sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbaya bagi jiwa dan lingkungan. Namun hingga hari ini tambang emas liar masih marak. Bupati Madina menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

“Sudah beberapa kali Pemkab Madina mengingatkan bahaya ini, bahkan saya langsung sudah menghimbau masyarakat dan Kapolres juga langsung mengimbau kepada masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin karena kegiatan tersebut sangat berdampak dan beresiko, inilah yang sangat kita khawatirkan” pungkasnya. (Cah/a32)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *