Bupati Dosmar Optimis Food Estate Untuk Kemajuan Humbahas

Bupati Dosmar Optimis Food Estate Untuk Kemajuan Humbahas

  • Bagikan
BUPATI Humbahas, Dosmar Banjarnahor, SE. Waspada/Ist
BUPATI Humbahas, Dosmar Banjarnahor, SE. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor optimis bahwa food estate membawa kemajuan di daerah Humbahas. Kemajuan dalam arti, meningkatnya ekonomi masyarakat khususnya petani di daerah itu serta meningkatnya kualitas sarana infrastruktur.

Dosmar menyampaikan, bahwa saat ini food estate belum bisa seperti yang kita bayangkan dan belum dirasakan banyak orang, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Namun tiga tahun ke depan, saya yakin dan optimis kehadiran food estate akan berdampak positif terhadap masyarakat khususnya petani dan pelaku usaha,” katanya kepada sejumlah wartawan di ruang rapat kantor bupati, Bukit Inspirasi, Doloksanggul, baru-baru ini.

Diuraikan, dengan adanya food estate yang diundang untuk sinkronisasi DAK (dana alokasi khusus) tahun 2022 hanya Humbahas. “Dalam sinkronisasi DAK itu, saya usulkan pembangunan enam ruas jalan, yakni jalan Desa Matiti, Kec. Doloksanggul – Desa Pandumaan Kec. Pollung. Jalan Desa Hutagurgur, Kec. Doloksanggul – Desa Pusuk Kec. Parlilitan. Jalan Desa Hutapaung – Desa Riaria, Kec. Pollung. Itulah DAK food estate. Kalau tidak ada food estate, tidak akan dibangun jalan itu,” ujarnya.

Katanya lagi, kalau tidak karena food estate, Humbahas tidak bakalan menerima tujuh unit escavator serta alsintan lainnya demikian juga rencana pembangunan pergudangan yang bisa menampung komoditas hortikultura. “Jadi ini harus kita syukuri,” pinta Dosmar.

Dosmar mengakui, memulai hal baru memang sulit dan menjadi bahan olok-olokan dan ditertawakan orang. Sama halnya memulai pengembangan pertanaman jagung. “Awalnya dicibir dan ditertawakan orang. Sekarang manfaatnya/hasilnya sudah dirasakan petani yang mau melakukan pertanaman jagung. Hal ini diakui mantan Ketua DPRD Humbahas, Manaek Hutasoit. Sekarang di Desa Hutasoit II, 70 persen masyarakat di sana menanam jagung. Demikian juga di desa lainnya,” tukasnya.

Bicara pembangunan, lanjut Dosmar, bahwa infrastruktur, tidak hanya membangun jalan namun bagian salahsatu dari banyak komponen di dalamnya. Contohnya sanitasi. Kalau tidak salah, sudah ada 80 persen rumah memiliki sanitasi, mudah-mudahan hingga tahun 2024 semua rumah sudah memiliki sanitasni.

Selanjutnya air minum. Dulu waktu baru menjabat tahun 2016, air minum tersambung ke rumah warga masih 20 persen. Saat ini sudah mencapai 70 persen. Kemudian pasar, pasar tradisional Doloksanggul serta pasar lainnya di masing-masing kecamatan sudah  dibenahi dari sisi insfrastruktur. Tahun 2022, pasar induk Sigumpar akan dioperasikan. Demikian juga sekolah. Sudah banyak dilakukan rehap dan pembangunan sekolah mulai dari SD-SMP dan penyediaan mobiler. Pembangunan gedung puskesmas dan kantor camat sudah hampir rampung. Saat ini tinggal satu puskesmas dan dua gedung kantor camat yang belum di rehab dan itu akan segera dikerjakan.

Beasiswa pendidikan di 10 universitas terbaik masih berlanjut. Mulai tahun 2016 sudah ratusan putra-putri Humbahas yang berprestasi dibantu pemerintah melalui beasiswa.

Kemudian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sejak tahun 2015 s/d 2020 telah mendapat alokasi rehab/perbaikan RTLH sebanyak 6490 unit rumah dengan sumber dana APBN Kementerian PUPR, APBD Provinsi Sumatera Utara dan APBD Humbahas. Sedangkan untuk tahun 2021 Kab. Humbahas tetap mendapat alokasi sebanyak 1.000 unit dengan sumber dana APBN Kementerian PUPR dan 149 unit dari APBD Kab. Humbahas.

Dikatakan, program rehab RTLH sangat membantu Pemda untuk mengurangi kawasan kumuh kita dengan cara peningkatan kualitas rumah dan menurunkan angka stunting dengan tersedianya sarana air minum layak, sanitasi layak (jamban dan septick tank). “Dalam program ini, setiap penerima bantuan stimulan rehab RTLH TA 2021 diwajibkan membangun sanitasi dan air minum,” ujarnya.

Ditambahkan, melalui Alsintan sudah sudah ribuan hektar lahan tidur dibuka menjadi lahan produktif. Rumah sakit, sarana prasarana dan SDM sudah ditingkatkan. Semua untuk pelayanan langsung kepada masyarakat. “Terkait pelayanan di RS tidak pernah saya minta secangkir kopi kepada direktur. Harapan saya, bagaimana supaya pelayanan lebih fokus kepada masyarakat. Vaksinasi Covid-19, Humbahas salahsatu daerah tertinggi pelaksanaan vaksinasi. Vaksin tidak datang  begitu saja namun kita lobby melalui komunikasi bahkan kita tongkrongin di Kementerian. Jadi kalau dibiliang Dosmar gagal, prihatin kita. Namun demikian kita tidak bisa melarang orang berpendapat. Tapi konstruktiflah,” tandasnya. (cas)

  • Bagikan