Bupati Didesak Tindak Tegas Penyelenggara Diklat Yang Lakukan Pungli Terhadap Guru

Bupati Didesak Tindak Tegas Penyelenggara Diklat Yang Lakukan Pungli Terhadap Guru

  • Bagikan
Ratusan guru-guru SMP sertifikasi baik negeri maupun swasta dari berbagai kecamatan se Kab. Simalungun sedang berjoget ria saat mengikuti workshop di Hotel Patra Jasa Parapat belum lama ini.(Waspada/Hasuna Damanik)
Ratusan guru-guru SMP sertifikasi baik negeri maupun swasta dari berbagai kecamatan se Kab. Simalungun sedang berjoget ria saat mengikuti workshop di Hotel Patra Jasa Parapat belum lama ini.(Waspada/Hasuna Damanik)

SIMALUNGUN (Waspada): Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Macan Habonaron, Jansen Napitu, meminta dan mendesak Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga, agar menindak tegas penyelenggara workshop atau diklat yang diduga telah melakukan pungli terhadap ratusan guru SMP bersertifikasi di Kab. Simalungun.

” Saya minta Bupati Simalungun bertindak tegas terhadap penyelenggara diklat, karena kegiatan diklat itu dinilai hanya sebagai jalan untuk melakukan pungli terhadap ratusan guru-guru SMP sertifikasi di tanah Habonaron Do Bona,” ujar Jansen Napitu, kepada Waspada, Rabu (17/11).

Direktur LSM Macan Habonaron, Jansen Napitu. (Waspada/Hasuna Damanik)

Jansen mengatakan kegiatan diklat atau workshop yang dikatakan untuk peningkatan kompetensi guru-guru SMP yang diselenggarakan di Hotel Patra Jasa Parapat belum lama ini hanya sebagai dalih untuk ‘memeras’ gaji sertifikasi para guru. Setiap guru SMP sertifikasi baik guru negeri maupun swasta diwajibkan membayar Rp.600 ribu per orang. Bahkan informasinya yang tidak ikut serta juga diwajibkan membayar.

” Guru dipaksa dan terpaksa harus ikut, karena mereka takut ada dampaknya bila mereka tidak mengikuti diklat,” kata Jansen yang juga pemerhati pendidikan di Siantar – Simalungun.

Menurutnya, penyelenggaraan diklat ditengah kondisi ekonomi sedang sulit akibat pandemi Covid-19 sangat keterlaluan dan tidak dapat ditoleransi. Apalagi, saat kegiatan workshop, ratusan guru dikumpulkan dalam satu ruangan hingga berdesak-desakan, tanpa peduli prokes. Bahkan kegiatan diselang-selingi dengan acara ‘berjoget ria’, sehingga kesannya hanya hura-hura belaka.

” Ini jelas pemerasan dan pembodohan. Guru dipaksa bayar Rp600 ribu per orang hanya untuk joget-joget di hotel,” tambah Jansen.

Sebagaimana keterangan yang didapat, lanjut Jansen, kegiatan workshop guru-guru SMP yang berlangsung selama 2 gelombang di Parapat itu tanpa izin bupati dan Dinas Pendidikan. Tetapi justru ironis dan tanda tanya besar, mengapa bisa ratusan guru dari berbagai kecamatan se Kab. Simalungun berkumpul dalam satu hari, tanpa dikordinir dari dinas pendidikan?

” Ini pasti ada ‘dalang’-nya. Pungli berdalih diklat guru-guru ini harus diusut tuntas. Ini juga telah mencederai program visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun tanpa pungli. Karenanya, kami minta Bupati dan Wakil Bupati segera menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pungli melalui kegiatan diklat,” tandas Jansen.

Sementara, Plt.Kepala Dinas Pendidikan Simalungun, Parsaulian Sinaga, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Pamatangraya, membantah terlibat dalam penyelenggaraan workshop guru-guru SMP di Parapat.

” Kami memang sudah mendengar ada kegiatan diklat itu dari wartawan. Kami jelaskan, itu bukan kegiatan disdik Simalungun. Kami tidak tahu menahu soal kegiatan tersebut,” ujar Sinaga.

Pada dasarnya, lanjut Sinaga, setiap program untuk peningkatan pengetahuan atau keterampilan para guru, pihak disdik selalu mendukung, baik itu dilakukan dengan biaya dana BOS, APBD maupun swadana dari guru-guru itu sendiri. Namun untuk yang kegiatan workshop guru-guru SMP di Parapat tidak ada kaitannya, karena itu bukan kegiatan Disdik Simalungun. ” Mungkin itu program Kadis sebelumnya” kata Sinaga.

Terkait dengan kehadiran beberapa oknum Dinas Pendidikan (Kabid SMP) diacara tersebut, Sinaga mengatakan bukan atas perintahnya. ” Itu diluar tanggungjawab dinas. Itu pribadi beliau,” jawab Sinaga.

Seperti diberitakan, ratusan guru mengeluh karena terpaksa membayar Rp600 ribu per orang dalam kegiatan diklat di Parapat. Dari spanduk yang terpampang di dalam ruangan acara di Hotel Patra Jasa Parapat tersebut tertulis bahwa kegiatan itu bertajuk workshop Pembelajaran Interaktif Multimedia Digital Untuk Guru dan Kepala Sekolah SD dan SMP, kerjasama antara Dinas Pendidikan Simalungun dengan Yayasan Surya Nusa Cendekia Yogyakarta.(a27)

  • Bagikan