BPJS Ketenagakerjaan Dan ILO Bahas Perlindungan Pengangguran Di Forum Internasional

  • Bagikan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo (tengah) saat menghadiri Asia Expert Roundtable On Unemployment Protection di Jakarta. Waspada/ist.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo (tengah) saat menghadiri Asia Expert Roundtable On Unemployment Protection di Jakarta. Waspada/ist.

P.SIDIMPUAN (Waspada) : BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) gelar Asia Expert Roundtable On Unemployment Protection, yang diikuti 15 negara di Asia untuk membahas skema perlindungan pengangguran terbaik.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Canang Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Eris Aprianto, Kamis (31/10/2024) mengatakan, forum Asia Expert Roundtable On Unemployment Protection tersebut menyoroti pentingnya program perlindungan pengangguran dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan, serta menjadi stabilisator ekonomi dan sosial, terutama di masa krisis.

Dalam forum itu, ungkapnya, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, menekankan bahwa perlindungan pengangguran menjadi alat penting untuk mendukung pekerja yang terkena dampak perubahan iklim dan inovasi teknologi. Ia menyebut tren positif di Asia dalam dua dekade terakhir, di mana semakin banyak negara memperkuat skema ini dan mengaitkannya dengan pelatihan kejuruan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Di Indonesia, sejak 2021, pemerintah telah meluncurkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Program ini dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan dan dirancang untuk memastikan pekerja tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya pasca-PHK.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, mengapresiasi terlaksananya forum ini. Anggoro berharap forum itu dapat menghasilkan rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas program JKP di Indonesia. Anggoro juga menyoroti tren peningkatan klaim JKP yang sejalan dengan tantangan ekonomi global.

Anggoro mengajak seluruh negara peserta untuk memperkuat kolaborasi di bidang jaminan sosial, khususnya di kawasan Asia, dengan tujuan menciptakan ekosistem perlindungan sosial yang lebih kuat dan komprehensif bagi para pekerja.

“Kerja Keras Bebas Cemas” menjadi harapan yang diusung dalam forum ini, untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di seluruh dunia,” jelas Anggoro.

Forum ini, lanjut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. juga menjadi rangkaian menuju Social Security Summit yang akan diselenggarakan pada November mendatang, di mana isu-isu terkait jaminan sosial akan kembali menjadi topik utama.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan, Teldi Rusnal, turut memberikan pandangannya mengenai forum internasional ini. Menurutnya, diskusi semacam ini sangat penting bagi daerah seperti Balikpapan yang sedang berkembang pesat, dengan semakin banyak pekerja yang memerlukan perlindungan ketenagakerjaan.

“Kami di daerah sangat mendukung inisiatif ini. Perlindungan pengangguran melalui program JKP sangat penting bagi para pekerja di Balikpapan, terutama di sektor industri dan jasa yang cukup rentan terhadap perubahan ekonomi. Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan dari forum ini dapat memperkuat implementasi program JKP di wilayah kami,” ujar Teldi.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan, Eris Aprianto.”BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan siap mengawal implementasi JKP lebih luas dan memberikan layanan optimal bagi peserta yang terkena dampak PHK,” katanya.

Sebagai informasi, ungkap Eris, program JKP merupakan program tambahan yang tidak menambahkan iuran bagi perusahaan maupun peserta, akan tetapi rekomposisi dari iuran JKM dan JKK serta bantuan pemerintah.

“Peserta tidak perlu khawatir soal adanya biaya tambahan karena syarat memastikan 4 program BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan terakhir Jaminan Pensiun (JP) telah terpenuhi,” ungkapnya.

Eris juga menegaskan bahwa setiap peserta, mendapatkan informasi pasar kerja, program pelatihan kerja, dan bantuan uang tunai.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan yang wilayah kerjanya meliputi 12 Kabupaten/Kota di wilayah Tabagsel, Tabagteng dan Nias, ucap Eris berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dapat mengimplementasikan seluruh program BPJS Ketenagakerjaan. (a39)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

BPJS Ketenagakerjaan Dan ILO Bahas Perlindungan Pengangguran Di Forum Internasional

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *