BNN Batubara Bongkar Sindikat Narkoba Antar Provinsi - Waspada

BNN Batubara Bongkar Sindikat Narkoba Antar Provinsi

  • Bagikan
Kepala BNN Kab.Batubara AKBP Zainuddin dan Ka Subkordinator Pemberantasan Kompol Hendra menunjukkan barang bukti dan tersangka pengedar narkoba antar propinsi yang berhasil diungkap. (Waspada/Agusdiansyah Hasibuan)

BATUBARA (Waspada): Empat tersangka pengedar narkoba antar provinsi diringkus BNN Kab. Batubara.

Kepala BNN Kab Batubara AKBP Zainuddin di dampingi oleh Ka Subkordinator Pemberantasan Kompol Hendra kepada wartawan, Selasa (8/2) menyampaikan, Selasa (2/2) pukul 20.00, personil pemberantasan BNN Kab. Batubara  menangkap tersangka PW,28, warga Desa Sei Raja, Kec. Medang Deras, Kab. Batubara di Simpang Kenanga Desa Brohol Kec. Seisuka Kab. Batubara

Dari tangannya petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 1.22 gram dan 1 unit HP nokia.

Dari keterangannya diketahui ia sudah mengedarkan sabu itu selama enam bulan. Sedang barang bukti sabu tersebut diperoleh dari DH alias Dian dengan harga Rp 750 ribu pergram, yang dijual kembali dengan harga Rp 850 ribu.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap kurir atas nama AK,31, warga Desa Tanjung Gading, Kec. Seisuka, Kab. Batubara.

AK diringkus petugas BNN di jalan masuk ke  Komplek Tanjung Gading SMA Mitra Inalum, Kec. Seisuka, Kab. Batubara.

Tersangka AK mengaku ia diperintah  oleh Dian untuk mengantar sabu kepada pembeli.

Dalam keterangannya Ia telah tiga kali mengantar sabu dari tersangka Dian kepada PW. Dengan profesi sebagai kurir ini ia mendapat upah Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu perhari.

Tidak mau buruannya lepas, BNN Kab. Batubara mengejar DH alias Dian,50, warga Desa Sei Suka Deras, Kec. Seisuka, Kab. Batubara,  di Jalan Lintas Simpang Kebun Kopi pada saat ia menunggu hasil penjualan dari AK.

Dari tersangka disita  barang bukti narkotika jenis sabu seberat 20.12 gram dan 1 unit HP nokia.

Tersangka Dian mengakui  bahwa ia membeli sabu dari SB alias Antan yang berlokasi di Tebingtinggi seharga 600 ribu per gram dan menjual kembali dengan harga 750 ribu per gram.

Selanjutnya pada Rabu (3/2) petugas lakukan penangkapan SB alias Antan,30, warga Simpang Gambus, Kec. Lima Puluh, Kab. Batubara, di salah satu kos jalan Meranti Gg. Rukun Kel. Bagelen, Kec. Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.

Dari Antan disita barang bukti yang diakui milik tersangka  berupa  narkotika jenis sabu seberat 186.33 gram,  ekstasi sebanyak 216 butir, 2 unit timbangan, 1 pipet besar berbentuk skop dan 1 unit sepeda motor serta 2 unit HP merk Nokia dan OPPO. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku membeli barang dari seorang inisisal TS dari Aceh yang kini ditetapkan masuk DPO.

SB alias Antan membeli sabu 1 ons dengan harga 60 juta dijual dengan harga eceran 80 juta per ons, kemudian ektasi dibeli dengan harga 150 ribu perbutir dan dijual eceran dengan harga 250 ribu perbutir.

Modus tersangka Antan cukup unik, meski dia warga Batubara tapi menyewa kamar kost di Tebingtinggi. Hebanya sebagian besar narkotika tersebut diedarkan di kawasan Batubara dan kabupaten lainnya.

Keempat pelaku dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 sub Psl 112 ayat 2 lebih subsider Pasal 132 UU 35 Tahun 2009 dengan ancaman Hukuman 20 tahun dan saat ini sedang dalam proses penyidikan serta pengembangan terhadap pelaku lainnya. (a17.b)

 

  • Bagikan