Waspada
Waspada » Bimtek Dinsos Batubara Ke Parapat Jadi Pembicaraan
Headlines Sumut

Bimtek Dinsos Batubara Ke Parapat Jadi Pembicaraan

Kepala Dinas Sosial Kab Batubara Ishak Liza. Bimtek Ke Parapat, Dinsos Batubara Hingga Kini Jadi Pembicaraan. Waspada/Ist
Kepala Dinas Sosial Kab Batubara Ishak Liza. Bimtek Ke Parapat, Dinsos Batubara Hingga Kini Jadi Pembicaraan. Waspada/Ist

LIMAPULUH (Waspada) : Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batubara keluar daerah yakni kota Parapat pada Minggu terakhir Februari 2021, sampai sekarang menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.

Masyarakat berharap Bupati Batubara mengevaluasi kinerja Kadinsos yang dinilai menghamburkan anggaran, sekalian menindak tegas karena kebijakan yang dilakukannya melanggar ketentuan atau imbauan tidak menggelar pertemuan keluar daerah di tengah-tengah kondisi tanah air sedang dilanda pandemi Covid-19.

Menurut warga, pemerintah jauh hari sebelummya tidak memperbolehkan untuk mengadakan pertemuan atau tatap muka karena mengarah kepada kerumunan/keramaian, guna menghindari penyebaran virus Covid, termasuk tidak bepergian keluar daerah.

Jika mendesak, hal itu harus dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan mendapat persetujuan Satgas Covid-19, namun imbauan tersebut seperti tak diindahkan Kadinsos dengan membuat kebijakan menggelar Bimtek yang dikabarkan diikuti puluhan orang sebagai pesertanya itu keluar daerah terutama kota wisata Parapat yang mendapat kunjungan para wisatawan lokal maupun mancanegara (turis).

“Apa tidak khawatir virus, sedangkan pemerintah sendiri sudah dari awal gencar-gencarnya mengimbau untuk menghindari kerumunan, apalagi dalam bentuk pertemuan. Jikapun harus dilaksanakan, ada ketentuannya,” sebut sejumlah warga.

Menyesalkan

Menurutnya, sekalipun peserta mengikuti Prokes, Bimtek tidak seharusnya keluar daerah dan hal itu dinilai penghamburan anggaran, sebab tempat pertemuan, semua itu ada di Batubara. Tidak seharusnya di Parapat yang dijuluki kota turis, segala sesuatunya mahal di sana.

“Kan ada penghematan anggaran di sini, jika hal itu dilakukan di daerah. Apalagi jika dianggarkan APBD, tidak semaunya digunakan, harus relevan karena itu harus dipertanggungjawabkan. Musrenbang kabupaten saja kemarin dilaksanakan di aula rumah dinas bupati. Konon Bimtek jumlahnya dikabarkan hanya puluhan orang. Kok sampai digelar keluar daerah. Ada apa dibalik ini,” ujar Ikhwan ST, seorang tokoh pemuda di Batubara mempertanyakan.

Dia menyesalkan kebijakan Kadinsos yang membuat kegiatan keluar daerah di tengah pandemi Covid-19. Sementara banyak warga terdampak yang memerlukan perhatian pemerintah.

Belum lagi penyaluran bantuan sosial (Bansos) sembako yang dinilai kacau. Sebab ada warga mendapat dan ada yang tidak, padahal di tahun sebelumnya mereka menerimanya.

“Sejauh mana kerja Dinsos dalam mengawasi Bansos Sembako, sampai sekarang sudah empat bulan berjalan. Kok ada warga mendapat. Ada yang tidak dengan alasan Dinsos tidak validnya data penerima,” ujarnya.

Abah Adek akrab disapa ini mengatakan, Dinsos lebih mengutamakan Bimtek keluar daerah dari pada memperhatikan nasib warga yang terdampak akibat pandemi Covid-19 yang hampir mempengaruhi sendi- sendi kehidupan di masyarakat.

“Jika ada langkah penghematan anggaran, Dinsos tidak menggelar Bimtek keluar daerah, setidaknya warga dapat terbantu,” ujarnya.

Tidak Dapat Bansos

Kepala Lingkungan IV dan VI Kelurahan Labuhan Ruku, Nino dan Wak Alang akrab disapa warga, mengakui di lingkungannya ada yang mendapat Bansos Sembako dan ada yang tidak. Padahal tahun sebelumnya mereka tetap kebagian jatah program BPNT yang nilainya kini Rp200 ribu/warga, dibelanjakan melalui e-warung, namun penyaluran tahun ini ada yang tidak mendapat dan sudah berlangsung tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2021.

Mengenai data penerima lanjut Nino pula, sebelumnya telah diperbarui. “Kok sekarang diperbaru lagi,” ujarnya mempertanyakan.

Kepala Dinas Sosial Kab Batubara Ishak Liza yang dihubungl Waspada.id di kantor tempat tugasnya tidak berhasil dan dikabarkan sudah keluar untuk menghadiri rapat. Begitu juga lewat telepon, tidak bisa dihubungi. WhatsApp tidak ada jawaban walaupun tertanda sudah dibaca, sedangkan Sekretaris Dinsos Yandi, dikabarkan belum masuk.(a18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2