Waspada
Waspada » Bijak Dalam Berekspresi Dan Bermedsos
Sumut

Bijak Dalam Berekspresi Dan Bermedsos

Literasi Digital Kabupaten Asahan. Waspada/Ist
Literasi Digital Kabupaten Asahan. Waspada/Ist

 

ASAHAN (Waspada) : Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform. Literasi Digital Kabupaten Asahan  dilaksanakan melalui aplikasi zoom, Selasa (6/7), sekira pukul 09.00 WIB.

Literasi Digital ini diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan dengan menyuguhkan 4 materi pokok yakni Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture. Masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Bupati Kabupaten Asahan yaitu H. Surya
B.Sc., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat
cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Sama halnya yang telah disampaikan Presiden RI, Joko Widodo sebelumnya dalam mendukung Literasi Digital Kominfo
2021.

Sebagai pemateri pertama, Arrida Zikra Syah, S.Kom., M.Kom yang berlatar belakang sebagai Dosen Tetap di STMIK Royal Kisaran, membawakan materi Digital Culture dengan thema ‘Cara Dan Legalitas Bayar Tagihan Online’.

Dalam paparannya Arrida menyampaikan pengertian tagihan online merupakan pencatatan kewajiban pembayaran (hutang) antara debitur dengan kreditur dalam bentuk media digital secara online.

Untuk meminimalkan risiko keterlambatan atau tunggakan, menurut Arrida lakukan pengawasan dan peninjauan terhadap kredit yang sedang berjalan. Sedangkan untuk mempermudah penagihan online,
diantaranya merancang aplikasi e-invoice, mendaftarkan aplikasi penyedia layanan ke OJK, penerimaan notifikasi otomatis atas pembayaran tagihan dan sebagainya.

“Cara cerdas menyikapi tagihan online diantaranya, telitilah sebelum memilih P2P, bayarlah sebelum dan atau tepat pada tanggal jatuh tempo apapun bentuk tagihannya dan laporlah segera apabila ada perbuatan tidak menyenangkan dari kreditor,” ujar Arrida.

Materi Digital Ethics dibawakan oleh Wakil Ketua 2 Bidang SDM STMIK Royal Kisaran, Endra Saputra, S.E., M.AK. Dia membawakan materi dengan thema ‘Etransaction : Etika dan Peraturan Yang Berlaku Untuk Transaksi Digital’.

Endra menyatakan, regulasi e-transaction terdapat di UU ITE Bab 5 tentang Transaksi Elektronik dan UU Republik Indonesia no 19 tahun 2016 yaitu di poin 2 bahwa, Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan menggunakan
komputer, dan atau media elektornik lainnya.

Dari hasil survey terlihat bahwa penggunaan uang eletronik meningkat baik dari nominal maupun jumlah transaksi dari Januari 2018 sampai Maret 2019.

“Jenis Uang Elektronik antara lain kartu berbasis chip seperti BCA Flazz, Mandiri E Money, BRI Brizzi dan lain-lain. Untuk yang berupa aplikasi dompet elektronik (e-wallet) seperti Go Pay, OVO, Doku, Shopee Pay dan sebagainya,” papar Endra.

Dr. Siti Nabilah, S.Sos.I, M.Pd berlatar belakang Praktisi Pendidikan, membawakan materi Digital Safety dengan thema Peran Orang Tua Dalam Memberikan Pengajaran Tentang Keamanan Internet’.

Dalam sesi Digital Safety, Siti
menjelaskan manfaat internet, diantaranya sebagai sarana mencari informasi, sarana mempermudah mencari referensi, dan lain-lain. Namun, ada juga bahaya pada internet, salah satunya cyberbully. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pengajaran internet.

“Biasanya orang tua bisa memulai dari
memberikan kepercayaan pada anak, lalu mengedukasi, dan mengontrol. Diskusikan dengan anak siapa role model mereka di dunia digital. Jika mendapati anak mengakses konten negatif, coba tangkap perasaannya, cek pemahaman dan lakukan debrif persepsi yang tepat dan benar,” saran Siti.

Materi keempat, Digital Skill, dibawakan oleh Melanie Soebono. Berlatar belakang sebagai Aktivis dan Seniman,  Melani memberikan materi dengan thema “Positif Kreatif dan Aman di Internet’.

Melanie memberikan tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti, seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen.

“Cakap digital di era pandemic memudahkan masyarakat karena dapat dilakukannya dimana saja dan kapanpun, dapat menghasilkan uang dari hobi digital, dan berguna tanpa membahayakan kesehatan,” terang Melanie Soebono.

Webinar diakhiri oleh Agrippina  Brescia seorang Content Kreator, Tiktok & Influencer dengan jumlah followers 97,4 ribu. Agrippina membahas tentang peningkatan transaksi online baik melalui media sosial maupun internet dan masyarakat sudah mulai paham dimana ada banyak peluang bisnis melalui digital platform.

“Tetapi tetap harus diingat untuk
selalu berhati hati dalam menggunakan e commerce dan tetap waspada, terutama untuk para orang tua dalam mengawasi anak-anaknya dalam aktifitasnya di dunia maya,” pesan Agrippina mengakhiri. (a36/rel)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2