Beri Kesempatan Berdamai, Sidang Putusan Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit Ditunda - Waspada

Beri Kesempatan Berdamai, Sidang Putusan Sengketa Lahan 20 Ha Di Sibolangit Ditunda

  • Bagikan

 

DELISERDANG (Waspada): Sidang lanjutan sengketa lahan pekuburan sekira 20 hektar, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang dengan agenda putusan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, ditunda untuk memberikan kesempatan kepada kedua pihak bersengketa berdamai.

Usulan penundaan dan selanjutnya disepakati kuasa hukum tergugat Ravi Ramadana dan kuasa hukum penggugat Fairly PR Siahaan, disampaikan majelis hakim Makmur Pakpahan didampingi hakim anggota Pinta Uli Tarigan dan Ramauli Hotnaria Purba, Selasa (3/8) di PN Lubukpakam.

Hakim berpendapat, kedua belah pihak berperkara yaitu penggugat PT Nirvana Memorial Nusantara (NMN) dan tergugat 5 warga Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang yakni, Anita Sitepu, Pendi Sembiring, Elieser Sitepu, Nungkun dan Dalan Ukur, diberi kesempatan untuk berdamai hingga 18 Agustus 2021.

Usai persidangan, kuasa hukum penggugat Fairly PR Siahaan kepada wartawan mengatakan hakim berpendapat agar mediasi yang dilakukan sebelum persidangan harus disempurnakan. Saat persidangan, antara penggugat dan tergugat sebenarnya sudah ada kesepakatan-kesepakatan untuk berdamai namun belum disempurnakan.

“Memang sudah ada upaya menuju perdamaian. Jadi (Hakim) memberi kami kesempatan waktu. Ya ini memang sangat bagus sekali untuk semua pihak,” sebut Fairly.

Sementara itu kuasa hukum tergugat Ravi Ramadana juga mengatakan majelis hakim masih berharap sebelum dilakukan putusan alangkah baiknya masih diberi kesempatan untuk berdamai melalui pengadilan yang biasa disebut akte pendading yaitu kekuatan hukumnya sama dengan putusan pengadilan.

“Masyarakat sebelumnya sudah mempunyai etikat baik untuk berdamai dengan menerima pembayaran lahan dan tanaman. Namun hingga 10 kali pertemuan antara masyarakat dengan perusahaan, niat pembayaran ganti untung tidak ada tindak lanjut yang pasti untuk merucut pada tindakan pembayaran,” kata Ravi. (a16).

Sejumlah warga dan tergugat berfoto bersama usai sidang dengan agenda putusan. Waspada/Edward Limbong

  • Bagikan