Beredar Berita Hoax Di P. Siantar Tidak Benar Ada Positif COVID-19 - Waspada

Beredar Berita Hoax Di P. Siantar Tidak Benar Ada Positif COVID-19

  • Bagikan
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pematangsiantar melalui Kabid P2P Dinkes dr. Erika Silitonga (kanan) didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Daniel H Siregar di ruang komando Gugus Tugas di Balai Kota, Jl. Merdeka, Kamis (7/5) malam, membantah berita hoax yang menyebutkan tidak benar ada pasien positif COVID-19 dari Gg. Demak, Jl. Singosari, Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara. Waspada/Ist
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pematangsiantar melalui Kabid P2P Dinkes dr. Erika Silitonga (kanan) didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Daniel H Siregar di ruang komando Gugus Tugas di Balai Kota, Jl. Merdeka, Kamis (7/5) malam, membantah berita hoax yang menyebutkan tidak benar ada pasien positif COVID-19 dari Gg. Demak, Jl. Singosari, Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara. Waspada/Ist

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Beredar berita hoax atau bohong di Kota Pematangsiantar yang menyatakan tidak benar ada seorang perempuan penjual pecal keliling berusia 51 tahun, warga Gg. Demak, Jl. Singosari, Kel. Martoba, Kec. Siantar Utara, positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Informasi menyesatkan yang menyatakan pasien itu tidak benar positif COVID-19 beredar di media sosial, baik melalui status Facebook maupun kolom komentar dan ada juga menyiarkan melalui YouTube.

Meski narasumber dari informasi sesat itu tidak kredibel, namun tidak sedikit yang percaya dan bahkan sejumlah media dan aktifis LSM ikut terjebak dengan mempercayai informasi menyesatkan itu.

Informasi hoax itu menampilkan pengakuan keluarga pasien yang menyatakan tidak yakin keluarganya positif COVID-19. Keluarga pasien itu menyatakan keluarganya tidak benar positif COVID-19, karena mereka tidak ada menerima surat pemberitahuan resmi dari rumah sakit tentang hasil swab test serta opini yang dibangun warga sekitar rumah pasien dan orang yang kenal dengan pasien itu.

Menjawab berbagai informasi sesat itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pematangsiantar melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Erika Silitonga didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Daniel H Siregar di ruang komando Gugus Tugas di Balai Kota, Jl. Merdeka, mengklarifikasinya, Kamis (7/5) malam.

Positif COVID-19

Menurut dr. Erika, pasien perempuan asal Kel. Martoba itu benar terjangkit virus bernama SARS Cov2 dan saat ini pasien itu masih dirawat di RSUP Haji Adam Malik (HAM), Kota Medan.

“Pasien itu, diambil sampel swab tenggorokannya pada 26 April 2020. Kemudian, sampel swab tenggorokan itu dikirim ke laboratorium Universitas Sumatera Utara (USU) dengan nomor urut sampel 48 dan selanjutnya sampel diperiksa,” jelas dr. Erika.

Dari hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan, lanjut dr. Erika, hasilnya, pasien itu dinyatakan positif COVID-19. “Hal itu sesuai surat yang disampaikan Kepala Laboratorium USU,” kata Erika.

“Selanjutnya, Dinkes Provsu mengirimkan surat pemberitahuan hasil swab test itu ke RSUP HAM dan rumah sakit lainnya dengan tembusan salah satunya kepada Dinkes Pematangsiantar. Surat Dinkes Provsu ditembuskan ke Dinkes Pematangsiantar agar Pemko Pematangsiantar melalui Gugus Tugas mengumumkan hasil swab test itu,” jelas dr. Erika.

Menurut dr. Erika, surat tentang hasil swab test itu tidak dipublikasikan, karena di dalam surat itu ada hasil swab test tujuh orang dari daerah lain, yang turut disampaikan. “Untuk pasien asal Kel. Martoba itu, berada di nomor urut tiga.” tutupnya.(a28/B).

  • Bagikan