Benda Bersejarah Di Museum Sumut Dibawa Ke SMPN 8 Padangsidimpuan

Benda Bersejarah Di Museum Sumut Dibawa Ke SMPN 8 Padangsidimpuan

  • Bagikan
Kasi koleksi dan Edukasi Museum Negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Biliater Situngkir (5 kanan), Marseria Sebayang, Kepala Museum Jamin Ginting, Sumut (6 kanan) dan Wakasek Bidang Bidang Kurikulum SMPN 8 Padangsidimpuan Hasan Basri Lubis foto bersama dengan siswa, Jumat (22/10).Waspada/Mohot Lubis
Kasi koleksi dan Edukasi Museum Negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Biliater Situngkir (5 kanan), Marseria Sebayang, Kepala Museum Jamin Ginting, Sumut (6 kanan) dan Wakasek Bidang Bidang Kurikulum SMPN 8 Padangsidimpuan Hasan Basri Lubis foto bersama dengan siswa, Jumat (22/10).Waspada/Mohot Lubis

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara bawa sejumlah benda bersejarah yang ada di museum ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Padangsidimpuan untuk diperkenalkan pada siswa.

Pengenalan benda bersejarah dari berbagai daerah di Sumatera Utara terhadap siswa tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dengan nama Museum Masuk Sekolah yang digelar Disbudpar Sumut selama dua hari (21-22 Oktober 2021) di SMPN 8 Kota Padangsidimpuan.

Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan M.Luthfi Siregar (5 kanan) foto bersama dengan Kasi koleksi dan Edukasi Museum Negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Biliater Situngkir (3 kanan), Marseria Sebayang, Kepala Museum Jamin Ginting, Sumut (2 kanan). Waspada/Mohot Lubis

Museum Masuk Sekolah yang dibuka Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan M. Luthfi Siregar, Kamis (21/10) menampilkan benda bersejarah seperti lampu yang dipakai etnis Nias bernama Fandru, alat untuk menderes kemenyan yang dipakai etnis Pakpak dengan nama Cuncun Perkemenyan, patung Adu Zatua, timbangan emas zaman dulu, tempat tembakau dan napuran.

Kasi koleksi dan Edukasi Museum Negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Biliater Situngkir mengatakan koleksi benda bersejarah yang terdapat di Museum Negeri Sumatera Utara hingga saat ini sebanyak 7.000 koleksi.

“Koleksi tertua yang terdapat di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara benda bersejarah pada abad ke-11 dari situs Padang Lawas.Sedangkan jumlah museum di Sumatera Utara, termasuk museum swasta sebanyak 26,” tuturnya.

Marseria Sebayang, Kepala Museum Jamin Ginting, Sumut sebagai nara sumber sosialisasi masuk sekolah pada hari kedua, Jumat (22/10) mengatakan bahwa mengenali dan memahami benda bersejarah sebagai bukti peninggalan peradaban zaman dulu diberbagai wilayah Sumut sangat penting.

Dalam paparannya, Marseria Sebayang menjelaskan kepada siswa SMPN 8 Padangsidimpuan tentang sejumlah benda bersejarah yang dibawa dari Museum Negeri Sumut seperti Fandru yang merupakan lampu yang dipakai etnis Nias zaman dulu yang bentuknya mirip dengan lampu aladin.

Kasi koleksi dan Edukasi Museum Negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Biliater Situngkir (kanan) menjelaskan tentang sosialisasi museum masuk sekolah di SMPN 8 Padangsidimpuan, Jumat (22/10).Waspada/Mohot Lubis.

Kemudian timbangan emas yang digunakan ada zaman dahulu dan berbagai benda bersejarah lainnya.”Ini sengaja diperkenalkan pada siswa agar menjadi motivasi bagi siswa untuk ingin memahami sejarah dan budaya bangsa,” ucapnya.

Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan M.Luthfi Siregar mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara yang telah melakukan sosialisasi museum masuk sekolah ke SMPN 8 Padangsidimpuan.

Pengenalan dan penguatan sejarah dan budaya terhadap siswa sebagai generasi penerus bangsa, ujar Kadis sangat penting mengingat pemahaman terhadap sejarah merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi.

Kepala SMPN 8 Padangsidimpuan Ali Amsah Lubis diwakili Wakasek Bidang Kurikulum Hasan Basri Lubis juga mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara yang telah memberi pencerahan terhadap siswa terkait benda-benda bersejarah.(a39).

  • Bagikan