Waspada
Waspada » Bebas Berwisata Ke Samosir, Tidak Harus Menyertakan Surat PCR/Rapid Test 
Sumut Travel

Bebas Berwisata Ke Samosir, Tidak Harus Menyertakan Surat PCR/Rapid Test 

Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun, menjelaskan pelaku perjalanan ke Samosir tidak harus menyertakan surat Rapid Test dan PCR. Bebas berwisata ke Samosir, tidak harus menyertakan surat PCR/Rapid Test. Waspada/Tumpal P Sijabat
Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun, menjelaskan pelaku perjalanan ke Samosir tidak harus menyertakan surat Rapid Test dan PCR. Bebas berwisata ke Samosir, tidak harus menyertakan surat PCR/Rapid Test. Waspada/Tumpal P Sijabat

SAMOSIR (Waspada) : Bebas berwisata ke Samosir, tidak harus menyertakan surat PCR/Rapid Test. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Samosir Lasro Marbun merespon positif permohonan yang disampaikan pelaku usaha pariwisata yang meminta agar wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir tidak harus menyertakan surat PCR/Rapid Test.

“Hal ini kita lakukan mengingat adanya keinginan para pelaku wisata Samosir dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Samosir dan stakeholder kepariwisataan,” ujar Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun, Rabu (28/10), menanggapi keinginan pelancong untuk bebas berwisata ke Samosir.

Diketahui bahwa sebelumnya telah terbit Surat Edaran Bupati Samosir Nomor 800/3790/SEKRE/10/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Khusus Pelaku Perjalanan Orang ke Wilayah Kabupaten Samosir.

Pjs. Bupati Samosir Lasro Marbun menegaskan bahwa dirinya dengan segera menerbitkan surat edaran tersebut karena tidak ada kesepakatan atas nama kedaruratan, di mana dengan adanya warga Samosir yang terkonfirmasi positif Covid-19, bahkan ada 2 orang yang telah meninggal dunia, perlu sebuah tindakan cepat untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga Samosir.

“Ada persoalan besar yang harus segera kita tangani, yaitu perlindungan keselamatan seluruh masyarakat Samosir,” ujar Marbun.

Namun, ada persoalan ikutannya, yakni terganggunya sektor ekonomi dan kenyamanan pribadi di sektor pariwisata. Ada dialektika, sehingga dirumuskanlah sebuah kebijakan baru untuk memenuhi kebutuhan bersama antara Pelaku Usaha Wisata, Pemerintah dan Wisatawan.

“Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menarik surat edaran yang sudah diterbitkan, namun merumuskan sebuah kebijakan baru,” jelas Pjs. Bupati Samosir.(cts)

.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2