BC Tangkap Kapal Kayu Muatan Ratusan Bale Pakaian Bekas Asal Malaysia - Waspada

BC Tangkap Kapal Kayu Muatan Ratusan Bale Pakaian Bekas Asal Malaysia

  • Bagikan

TANJUNGBALAI (Waspada) : Patroli Laut Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Teluknibung BC 1508 bersinergi dengan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dan Patroli Laut Bea dan Cukai BC 10002 DJBC Khusus Kepri menindak satu kapal kayu bermuatan ratusan balepressed pakaian bekas asal Malaysia di Seisembilang Kec Seikepayang Kab Asahan, Kamis (18/11) pukul 20.50.

Kepala KPPBC TMP C Teluknibung, Tutut Basuki didampingi Humas Hisar Dohardo, Rabu (24/11) menjelaskan barang illegal tersebut diangkut Kapal Motor KM Hesnitha-1 GT 29 Nomor PPf 5527/L Bendera Indonesia. Kapal tersebut diduga berlayar tanpa dilengkap dan dilindungi dokumen yang sah.

Kronologi penangkapan papar Tutut, tanggal 18 November 2021 pukul 16.30, petugas menerima informasi dari Unit Intelijen dan Penindakan Kanwil Sumut akan ada kegiatan bongkar muatan pakaian bekas berupa balepressed pakaian bekas diduga berasal dari Malaysia. Tujuan akhir Perairan Sungai Baru, Sungai Asahan, dan Sungai Sembilang.

Informasi senada dengan pemetaan dan pengembangan informasi yang sedang dilakukan oleh Unit Pengawasan BC Teluknibung, sehingga dilakukan koordinasi dan pendalaman informasi bersama guna upaya penindakan. Sekitar pukul 20.50, Tim gabungan menyisir perairan dan berhasil menindak KM Hesnitha-1 di sekitar Perairan Sei Sembilang, Kab Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

KM Hesnitha-1 kemudian digiring ke Pangkalan Sarana Operasi DJBC Sumatera Utara di Belawan. Berdasarkan keterangan nakhoda, MRT kapal diawaki lima orang, tekong, S, B, I, JS. MRT mengaku 850 pakain bekas illegal itu dibawa dari Pulau Carry berangkat 17 November 2021 dari Malaysia dengan tujuan Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Pemilik 850 bale pakaian bekas tersebut teridentifikasi berinisial C seorang warga negara Malaysia. Barang bukti yang diamankan berupa 850, dua unit HP, GPS, Bendera Malaysia disimpan di Pangkalan/Dermaga Kanwil DJBC Sumatera Utara di Belawan.

Nilai Barang diperkirakan mencapai Rp 3.400.000.000, sementara kerugian negara secara materil tidak dapat diperhitungkan karena merupakan barang yang dilarang impor sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Peraturan Menteri Perdagangan No. 18 Tahun 2021 Tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Para pelaku diduga melanggar Pasal 102 huruf (a) UU Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2)” dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (a21/a22)

Keterangan foto:

Waspada/Ist

Petugas gabungan Bea dan Cukai menindak ratusan balepressed pakaian bekas yang dibawa KM Hesnitha.

  • Bagikan