BC Kualanamu Musnahkan Barang Sitaan Asal LN Senilai Ratusan Juta Rupiah

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada) : Bea Cukai (BC) Kualanamu memusnahkan barang milik negara (BMN) eks barang hasil penindakan (BHP) di bidang Kepabenan asal luar negeri (LN) senilai ratusan juta rupiah dengan cara dibakar dan dipotong mengggunakan mesin pemotong lalu ditanam di tempat penimbunan sementara di areal PT MSA, Desa Araskabu Kec. Beringin Deliserdang, Selasa (23/11).


Kepala Kantor BC Kualananmu Elfi Haris menerangkan BMN yang
dimusnahkan merupakan hasil penindakan BC Kualanamu selama tahun 2019-2020 atas barang yang tidak dikuasai (BTD) barang dikuasai negara (BDN) yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya, barang yang dilarang dan dibatasi (Lartas) untuk diimpor karena tidak memiliki izin dari instansi terkait dan atau melebihi dari batas ketentuan yang telah ditetapkan baik yang dibawa penumpang atau barang kiriman yang pada saat pemasukannya tidak diberitahukan dengan benar pada dokumen pembeeitahuan pabean .


“Adapun yang dimusnahkan di antaranya,telepon selular, peralatan elektronik, pakaian, produk tekstil, tas, alat kesehatan, mainan,aksesoris bibit tanaman, produk olahan makanan,berbagai macam obat dan sparepart kenderaan dengan nilai harga ditaksir Rp 933.928.000,”jelasnya.
Lanjut Elfi, barang-barang tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan ditetapkan sebagai barang milik negara dan sesuai ketentuan harus dilakukan pemusnahan terhadap barang-barang tersebut yang telah ditetapkan melalui keputusan kepala Kantor BC Kualanamu setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).


Ia juga menjelaskan pemusnahan ini merupakan tanggungjawab BC Kualanamu untuk menindaklanjuti barang yang impornya tidak sesuai dengan ketentuan dan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghindari penyalahgunaan serta menghilangkan nilai guna dari barang hasil penindakan tersebut.
“Pemusnahan barang hasil penindakan eks kepabeanan ini juga merupakan salahsatu upaya BC untuk melindungi perdagangan dan industri dalam negeri.Meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku dan diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat terhadap aturan yang berlaku dan diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang aturan kepaeanan dan cukai terhadap barang kiriman/bawaan penumpang dari luar negeri,”sebutnya.


Intinya ia menegaskan komitmen BC kualanamu untuk terus menerus mengawasi peredaran terhadap barang-barang yang dilarang masuk ke daerah pabean Indonesia untuk melindungi dan menjaga stabilitas industri dalam negeri terhadap maraknya produk-produk luar negeri yang dapat menghambat pertumbuhan industri baik industri besar maupun UMKN, serta juga secara tidak langsung menjaga kesehatan masyarakat dari pemasukan produk makanan,minuman dan obat-obatan tanpa izin dari instansi terkait.


Elfi juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran barang ilegal sehingga bisa mengamankan keuangan negara dan melancarkan pembangunan Indonesia.
Sementara Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC Sumut Achmad Fatoni mengapresiasi atas upaya BC Kualanamu melakukan pemusnahan barang tersebut. Menurutnya hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada publik agar mengurus kepabeanan jika membawa barang.


“Pemusnahan ini baru satu kantor, kemarin juga kita lakukan di BC Belawan,”ujarnya.
Sementara di Kualanamu ini karakteristik barang yang dimusnahkan rata-rata keperluan pribadi yang dibawa penumpang dari luar negeri.


‘Intinya barang ini tidak bolah masuk karena menyalahi aturan sehingga dilakukan pemusnahan,”pungkasnya.
Hadir dalam pemusnahan itu di antaranya Danramil Beringin Mayor Inf.Abdul Haris Pane, Senior Manager PT Angkasa Pura II Kualanamu, BPOM,DHL dan instansi terkait lainnya. (a13/C)

Kepala Kantor BC Kualanamu Elfi Haris didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Sumut Achmad Fatoni saat memusnahkan barang sitaan. Waspada/Irianto

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *