Waspada
Waspada » Bawaslu Tobasa Non Aktifkan Sementara Ketua Panwascam Narumonda
Headlines Sumut

Bawaslu Tobasa Non Aktifkan Sementara Ketua Panwascam Narumonda

Ketua Bawaslu Toba Samosir, Romson Purba. Bawaslu Tobasa non aktifkan sementara Ketua Panwascam Narumonda. Waspada/Ramsiana Gultom
Ketua Bawaslu Toba Samosir, Romson Purba. Bawaslu Tobasa non aktifkan sementara Ketua Panwascam Narumonda. Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada) : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Toba Samosir terpaksa menonaktifkan sementara Ketua Panwascam Narumonda, BT, 46, yang dilaporkan ke Unit PPA Polres Tobasa atas dugaan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan BT terhadap keponakannya SH, 16, Minggu (20/9).

Bawaslu Tobasa terpaksa mengambil tindakan tegas pasca BT tidak menghadiri panggilan Bawaslu dalam agenda klarifikasi persoalan hukum yang dijalaninya. Penonaktifan sementara ini disampaikan langsung Ketua Bawaslu Tobasa, Romson Purba saat menggelar temu Pers di ruang kerjanya, Rabu (23/9) sekira pukul 16.00 Wib.

“Setelah ada berita terbit di Media Waspada, kami langsung berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi dilanjut dengan melakukan kroscek ke Unit PPA Polres Tobasa. Atas arahan Bawaslu Provinsi, kami melakukan pemanggilan terhadap BT dengan agenda klarifikasi. Pada surat panggilan kita jadwalkan hari ini Rabu, 23 September pukul 15.00 Wib. Sayangnya, hingga sekarang BT tidak menghadiri undangan kami. Maka secepatnya kami akan pleno dalam rangka pemberhentian sementara BS ini,” papar Romson.

Atas ketidakhadiran BT, terang Romson, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Jika BT sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka pihaknya akan melakukan pemberhentian permanen dan secepatnya melakukan pleno dalam rangka mengisi kekosongan jabatan atau Pergantian Antar Waktu (PAW).

Bawaslu juga berharap agar pihak Kepolisian Polres Tobasa secepatnya memproses kasus hukum yang melibatkan Ketua Panwascam Narumonda. Romson mengakui, cepat atau lambatnya proses penetapan status BS akan berpengaruh terhadap proses pengawasan dalam rangka Pilkada 2020.

“Kita minta kepolisian secepatnya memproses kasus ini dan menetapkan status BS, kita kuatir, jika semakin lama dibiarkan maka proses pengawasan Pilkada di Kecamatan Narumonda akan terganggu,” pungkas Romson. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2