Waspada
Waspada » Bawaslu Serukan Tolak Politik Uang
Sumut

Bawaslu Serukan Tolak Politik Uang

Kasat Reskrim Polres Binjai memberikan penjelasan terksit pidana politik uang. (Waspada/Nazelian Tanjung)

BINJAI (Waspada): Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai menyerukan agar masyarakat menolak politik uang pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Seruan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Binjai Arie Nurwanto pada kegiatan sosialiasi pengawasan partisipatif kepada tokoh masyarakat, agama, adat, mahasiswa/i, dan melenial.

Sosialisasi dilaksanakan di gedung Graha Kardopa, Jalan Sultan Hasanuddin Kecamatan Binjai Kota, Jumat (27/11).

Pada sosialiasi tersebut, Bawaslu mengangkat tema tentang tindak pidana politik uang pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, dengan narasumber Kasat Reskrim AKP Yayang.

Arie menambahkan, peserta sosialisasi diharapkan dapat menjadi pelopor di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat sama-sama ikut menolak politik yang yang dilakukan para pemilik kepentingan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang, menegaskan, memberi uang untuk mewujudkan keiinginan biasanya calon tersebut tidak memiliki visi dan misi yang baik.

Karena itu, sebut Yayang, politik uang atau suap merupakan perangkap yang dibuat pemilik kepentingan kepada masyarakat.

“Setelah pemilik kepentingan mendapat apa yang diinginkannya dengan uang, biasanya akan rawan dengan kejahatan korupsi. Sebab yang bersangkutan ingin mengembalikan modalnya,” kata Yayang.

Yayang juga menegaskan, politik uang dapat dikenakan sanksi pidana, baik untuk yang menerima maupun pemberi.

“Pada pasal 187 disebutkan, apabila seseorang didapati melakukan politik uang, maka akan dikenakan sanksi pidana minimal 36 bulan penjara dan paling lama 72 bulan dengan denda Rp200 juta-Rp1 miliar,” beber Yayang.

“Silahkan masyarakat melaporkan ke polisi jika ada menemukan dugaan politik uang. Nama pelapor akan kita rahasiakan. Pelapor cukup mengambil bukti-bukti dengan dokumen foto. Biar polisi yang bertindak,” tambahnya.

Sosialisasi ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pagi hari dan sesi kedua sore hari. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan peserta ditengah pandemi Covid-19. (a03)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2