banner 325x300

Batas Tapsel-Tapteng Semakin Rusak Parah

  • Bagikan
JALINSUM ruas di  Kabupaten  Tapsel - Batas Kabupaten Tapteng semakin rusak parah.

BATANGTORU (Waspada) : Jalan Lintas Sumatera ruas di  Kabupaten  Tapanuli Selatan (Tapsel) – Batas Kabupaten Talanuli Tengah (Tapteng), kondisinya semakin rusak.

Pantauan waspada, Minggu (30/8) banyak titik terdapat lubang yang mengganggu pengguna jalan, permukaan jalan bergelombang di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Tapsel.

Kerusakan Jalinsum diduga karena banyak mobil tronton dan truk besar pengangkut barang yang tonasenya mencapai puluhan ton bebas lalu-lalang.

Kondisi Jalinsum ruas Tapsel-Tapteng, mengalami kerusakan paling parah, antara lain di ruas Desa Sianggunan, Sipenggeng, Hutabaru, Hapesong Baru, Aek Pining dan Aek Garoga Kecamatan Batangtoru.

Dengan sebagian badan  jalannya mulai hancur atau berlubang besar pada banyak titik.

Begitupula kerusakan Jalinsum ruas Batangtoru – Padangsidimpuan tergolong parah, badan jalan ini kondisinya makin hancur atau berlubang pada banyak titik.

Kendaraan tronton yang diperkirakan tonasenya di atas 60 ton selama ini terlihat tetap bebas melintasi Jalinsum

Terutama kendaraan berplat B (Jakarta) dan KB (Kalimantan Barat) dan plat BK sering membawa material galian C (pasir dan batu) dari Sungai Batangtoru dibawa ke pabrik pemecah batu di Padangsidimpuan dan PalSabolas, Angkola Timur.

Selain mengangkut barang yang jauh melebihi tonase, banyak juga tronton dan truk angkutan barang  mengeluarkan asap hitam pekat, sehingga membahayakan kesehatan warga di sekitar Jalinsum.

Karena itu, sejumlah pengguna jalan negara  mengharapkan pemerintah segera memperbaiki Jalinsum agar tidak semakin hancur yang akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menjadi penyebab kecelakaan.

Tonase kendaraan  melewati Jalinsum itu juga harus dibatasi dengan pengoperasian kembali jembatan timbang.

“Jalan  berlubang seharusnya segera ditambal agar tak makin rusak. Tronton dan truk tangki maupun truk barang harus dibatasi tonasenya, serta diberikan sanksi berat bagi mereka yang melanggarnya, agar masa pakai jalan bertambah panjang.”

“Jembatan timbang perlu diaktifkan lagi dengan membenahi operasionalnya,” kata Mukmin Hasibuan,52, salah satu pengguna jalan kepada waspada di Batangtoru.

Anggota DPRD Sumut, H. Abdul Rahim Siregar MT baru-baru ini meninjau jalan dan jembatan berjanji akan mengajukan hal ini kepada Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi.

“Kerusakan jalan dan jembatan akan kami ajukan kepada Gubsu. Semoga derita rakyat selama ini disahuti,”ujar Politisi PKS itu menjawab keluh-kesah warga Hutagodang Batangtoru.(a38)

 

  • Bagikan