Waspada
Waspada » Bapak Cabuli Anak Di Porsea, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Headlines Sumut

Bapak Cabuli Anak Di Porsea, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

BDT, 44, bersama putrinya TN, 9, saat ditemui Waspada.id di rumah kerabatnya di Porsea, Selasa (2/2). Bapak Cabuli Anak Di Porsea, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku. Waspada/Ramsiana Gultom
BDT, 44, bersama putrinya TN, 9, saat ditemui Waspada.id di rumah kerabatnya di Porsea, Selasa (2/2). Bapak Cabuli Anak Di Porsea, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku. Waspada/Ramsiana Gultom

 TOBA (Waspada) : Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terungkap ke publik di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. Seorang bapak bernama Ton, 44, tega merenggut kehormatan putri kandungnya sendiri, TN, 9, yang masih duduk di bangku kelas III SD secara berulang dan disertai kekerasan fisik.

Perlakuan bejad pelaku baru diketahui ibu korban BDT, 44, pada tanggal 22 Desember 2020 lalu. Kepada Waspada.id, BDT menceritakan kisah pahit yang dialami putri dan keluarganya saat ditemui di rumah kerabatnya di Porsea, Selasa (2/2).

Dibeberkannya, pelaku Ton, memperlakukan putrinya sendiri TN sebagai pemuas nafsu bejadnya di saat istrinya BDT tidak di rumah. BDT yang bekerja sebagai buruh cuci kerap menghabiskan waktunya di tempat kerja mulai siang hingga sore hari.

Sesaat sebelum ketahuan, dia menanyakan keberadaan putrinya kepada anak sulungnya yang sedang nongkrong di kedai tak jauh dari rumahnya. Anaknya memberitahu bahwa korban sedang berada di dalam kamar bersama pelaku.

“Sejauh saya ingat, kejadiannya pada tanggal 22 Desember, pas saya pulang kerja pukul 18.00 WIB. Saya lihatlah anak laki-laki saya ini di warung, lalu saya tanya dia keberadaan adiknya yang perempuan ini (korban pencabulan). Tapi, dia diam terus sampai empat kali saya tanya dia, lalu dia jawablah bahwa putriku bersama bapaknya di kamar. Saya masih nanya, ngapain di kamar, tapi dia bilang tidak tahu,” ujar BDT.

Tiba di rumah rasa curiganya muncul, pasalnya kondisi kamar dalam keadaan terkunci dan saat dipanggil, pelaku tak mau membukakan pintu. Diapun berusaha mendobrak dan menendang pintu kamarnya sampai akhirnya pelaku membuka pintu. Begitu pintu terbuka, korban langsung menangis dan mendekati ibunya. BDT mencoba menggali informasi dari putrinya atas apa yang baru saja terjadi. TN pun akhirnya mengaku bahwa ia sudah digauli ayahnya sendiri.

“Putriku ini terus nangis dan mukanya sudah membiru karena bekas pukulan dan tangannya dingin bergetar. Lalu putriku mengaku bahwa dia diperkosa bapaknya,” sambungnya.

Sebagai seorang ibu, ia langsung menjerit dan histeris. Ia bahkan mengutuki perbuatan suaminya dan mengatakan bahwa perbuatannya akan dilaporkan kepada pihak berwajib dan masyarakat sekitar.

“Kupertegas lagi untuk menanyai putriku apakah dia betul diperkosa ayahnya. Ternyata benar, terlihat bahwa resleting celana suamiku dalam keadaan terbuka dan celana putriku dalam keadaan terbalik dan itu sudah kami serahkan kepada Polisi sebagai barang bukti,” terang BDT.

Bersama kakak kandung BDT yang datang dari Medan, merekapun membuat laporan ke pihak kepolisian. Atas laporan tersebut, pihak kepolisian langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan visum.

“Dari hasil visum itu kata Dokternya memang kondisi putri saya sudah rusak. Seperti apa detailnya, itu Polisi yang tau,” imbuhnya di Porsea.

Hingga kini, informasi yang berhasil digalinya bahwa perlakuan bejat Ton ini terhadap putrinya sudah berulang kali dan diperkirakan sudah terjadi sebelum masa pandemi Covid-19 mewabah.

Perlakuan yang dinilai keluarga bejat dan biadap ini harus mendapatkan hukuman yang setimpal dari penegak hukum. Bahkan, ia mengatakan secara tegas bahwa perbuatan suaminya takkan ia maafkan karena telah melukai perjalanan masa depan putrinya.

“Harapan saya, kalau pelakunya sudah dapat, biar dia menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang bejat dan biadab. Tidak ada pengampunan saya bagi dia, anak saya yang perlu saya lindungi. Saya tidak terima kehormatan putri saya direnggut oleh ayahnya sendiri,” ujar BDT sembari berurai air mata.

Pelaku Kabur Pasca Dilaporkan Istrinya

Pasca dilaporkan istrinya, Ton meninggalkan rumahnya dan berusaha bersembunyi dari kejaran Polisi. Dari keterangan istri pelaku, begitu peristiwa naas itu terjadi, BDT bersama kedua anaknya memilih tinggal dan tidur sementara di rumah kerabatnya di Porsea.

Saat dia berusaha melihat kondisi rumahnya, BDT mengaku kaget melihat perlengkapan memancing suaminya ditemukan dalam kondisi basah dan ada 3 ekor lobster di dalam ember.

“Ternyata saat kami tidak di rumah, dia (pelaku) datang ke rumah. Kami semakin takut dan kuatir jika suatu waktu dia datang ke rumah dan melakukan tindakan yang lebih jahat lagi, makanya kami minta agar Polisi secapatnya menangkapnya,” pintanya.

Polisi Buru Pelaku Cabul

Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar ketika dikonfirmasi Waspada.id melalui Kanit PPA, Ipda Idris Simangunsong, Rabu (3/2) mengakui pihaknya telah berupaya keras menemukan pelaku pasca pelaporan dari pihak keluarga masuk ke kepolisian, sayangnya, pelaku belum berhasil ditemukan.

“Ada beberapa titik yang diduga tempat persembunyian pelaku telah kita telusuri namun tidak ketemu,” ujar Idris.

Kasusnyapun, terang Idris telah memasuki tahap sidik dan kepada pelaku sedang dilakukan upaya jemput paksa. Kabar terakhir, diduga pelaku sedang bersembunyi di luar kota.

“Hingga kini kami masih mencari keberadaan tersangka,” imbuhnya.

Jika dalam waktu dekat pelaku tak kunjung ditemukan, lanjut Idris, pelaku akan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2