Waspada
Waspada » Bank Sampah Induk Ias Toba Hadir Sebagai Solusi Persampahan
Ekonomi Sumut

Bank Sampah Induk Ias Toba Hadir Sebagai Solusi Persampahan

Kolase aktivitas Bank Sampah Ias Toba. Bank Sampah Induk Ias Toba hadir sebagai solusi persampahan. Waspada/Ist
Kolase aktivitas Bank Sampah Ias Toba. Bank Sampah Induk Ias Toba hadir sebagai solusi persampahan. Waspada/Ist

TOBA (Waspada) : Bank sampah Ias Toba yang resmi beroperasi sejak 29 Ferbuari 2020 diharapkan mampu menjadi solusi persampahan terutama sampah berbahan plastik di Kabupaten Toba.

Berlokasi di Onan Raja, Jln. Somba Debata No.7 Balige, Bank Sampah Ias Toba berdiri atas bantuan Institute for Global Environmental Strategies (IGES) bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kementrian KLHK.

Pengawas Bank Sampah Ias Toba, Patrick Lumbanraja ketika ditemui Waspada.id, Jumat (4/12) mengatakan, ide lahirnya Bank Sampah merupakan inisiatif masyarakat Balige. Bersinergi dengan pemerintah sebagai penyedia lahan dan IGES sebagai pendana (funding), ITB sebagai designer fasilitas mulai dari bangunan hingga mesin produksi sedangkan Kementrian KLHK sebagai fasilitator.

“Setelah diresmikan pada tanggal 9 Februari, seluruh aset diserahkan kepada Pemkab Toba, namun pengelolaannya tetap dijalankan oleh masyarakat,” papar Patrick.

Kehadiran bank sampah induk bertujuan untuk mendorong munculnya bank sampah lainnya di Kabupaten Toba yang berbasis masyarakat, komunitas, gereja dan sekolah.

“Kita sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat dan beberapa desa hingga terbentuk bank sampah. Kita juga sudah menjalin MoU dengan Puskesmas Tandang Buhit yang membawahi lebih 20 Posyandu di Kecamatan Balige, bentuknya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan di Posyandu wajib membawa sampah plastik,” imbuh Patrick.

Edukasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait sampah diharapkan memberikan kesadaran bahwa sampah plastik bukan hanya sampah yang tak berguna tapi sampah plastik memiliki nilai ekonomis.

“Merubah mindset masyarakat itulah yang saat ini sedang kita kerjakan, ibarat membuka mata masyarakat bahwa ada dollar di sampah plastik, dengan demikian tumbuh kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan yang nantinya akan berdampak positif pada kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Patrick juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga sosialisasi ke masyarakat luas bisa berjalan kembali.

“Banyak jadwal sosialisasi yang tertunda selama masa pandemi, sebab kita harus patuh pada aturan pemerintah yang melarang aktifitas berkerumun. Namun kita tetap optimis di tahun 2021 nanti, pelan-pelan sosialisasi akan mulai berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2