Waspada
Waspada » Banjir Di Binjai Surut, Waspadai Banjir Susulan
Headlines Sumut

Banjir Di Binjai Surut, Waspadai Banjir Susulan

Banjir di Pasar Tavip Binjai. Banjir Di Binjai Surut, Waspadai Banjir Susulan. Waspada/Riswan Rika
Banjir di Pasar Tavip Binjai. Banjir Di Binjai Surut, Waspadai Banjir Susulan. Waspada/Riswan Rika

BINJAI (Waspada) : Banjir yang diakibat meluap sungai Bingei dan Mencirim, Jumat( 4/12), sejak pukul 09.00 WIB mulai surut. Luapan air sungai Bingei merendam ratusan rumah warga di Perumahan Berngam, mulai menaik Jumat pukul 01.30 WIB sampai pukul 04.00 WIB, air masih tinggi, sehingga puluhan warga diungsikan ke Masjid Baiturrahman,Jalan Samanhudi Binjai.

“Kami sejak pukul 02.15 sudah mengungsi, sebab air sangat deras alirannya dan bercampur lumpur,” ujar Tati. Tati mengungsi setelah membenahi surat penting dan barang sekitar pukul 01.30 WIB di saat air mulai menaik.

Bahkan luapan air sungai Bingei memasuki kawasan Pasar Tavip,sehingga pedagang ikan dan sayur di pinggiran sungai tidak dapat membuka usahanya. “Air setinggi perut, mana bisa jualan,” kata Tarigan yang menjaga dagangannya di jembatan Pasar Tavip.

Komplek Perumahan Mentari Emas di Jalan Kolonel Ahyar, Kelurahan Tangsi juga direndam air, sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan Jalan Kolonel Akhyar ditutup. Luapan air sungai Bingei mulai menyusut sekitar pukul 06.00 WIB.

Ternyata air sungai Mencirim sekiatr pukul 06.45 kembali naik dengan deras dan merendam ratusan rumah di Kelurahan Mencirim, Kelurahan Setia, Kelurahan Kartini, Kelurahan Rambung Dalam, Rambung Timur.

Susu warga Jalan Bukittinggi Kelurahan Rambung Timur mengakui, pukul 04.50 WIB, air sungai Mencirim naik tidak deras, tiba-tiba pukul 06.30 WIB air sangat deras dari hulu dan sudah mencapai bubungan rumah.

”Kami kaget, air datang dengan deras dan berlumpur, sehingga warga kembali mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, bahkan ada ditempatkan perumahan Jalan Bukit Tinggi,” terangnya.

Akibat banjir, warga di Jalan Imam Bonjol membuka dapur umum, begitu juga di Rambung Timur untuk membantu warga yang rumahnya masih terendam air.

”Kalaupun sudah surut, membersihkannya sampai setengah hari, apalagi berlumpur,” ujar Iyan warga Rambung Timur. Warga Jalan Hoki, Kelurahan Mencirim juga membuat dapur umum. ”Terpaksa buat dapur umum, sebab rumah belum bisa ditempati lagi. Alhamdulillah ada bantuan dari para dermawan,” ujar Yoga.

Beberapa warga di Perumahan Berngam dan Jalan Imam Bonjol mengakui, banjir sudah surut, tetapi harus diwaspadai banjir susulan, “Banjir bisa datang tiba-tiba akibat hujan di hulu” jelas Ramlan, yang juga menyebutkan banjir juga terjadi di Medan, Tanah Karo dan Kab.Langkat. (a.12/C)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2