Waspada
Waspada » Banjir Bandang Hantam Dua Desa Di Labura
Sumut

Banjir Bandang Hantam Dua Desa Di Labura

BUPATI Labura H Kharuddin Syah, berdialog dengan warga Desa Hatapang saat meninjau di posko penampungan. Waspada/Syahri Ilham Siahaan
BUPATI Labura H Kharuddin Syah, berdialog dengan warga Desa Hatapang saat meninjau di posko penampungan. Waspada/Syahri Ilham Siahaan

AEKKANOPAN (Waspada): Banjir bandang menghantam pemukiman warga di Desa Hatapang dan Desa Pematang Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sabtu (28/22), malam, mengakibatkan belasan rumah hanyut, tiga jembatan putus dan puluhan rumah rusak parah. Bahkan di Desa Pematang, lima orang dalam satu keluarga hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Pantauan Waspada di Desa Hatapang, dua dusun di Desa Hatapang yaitu Dusun 1 dan Dusun 4 terlihat paling parah dihantam banjir bandang, kayu balok berukuran besar dan kecil berserakan di pemukiman warga, akses jalan di lokasi tertutup oleh tumpukan kayu balok.

Bupati Labura H Kharuddin Syah, didampingi beberapa pejabat eselon II serta anggota DPRD Labura Hendriyanto Sitorus datang ke lokasi menyerahkan bantuan. Selain itu, petugas dari BPBD dan Satpol PP Labura mendirikan posko serta dapur umum bagi warga yang mengungsi, petugas dari Dinas Kesehatan juga disiagakan di lokasi tersebut.

Bupati Labura H Kharuddin Syah, di hadapan warga Desa Hatapang, meminta kepada warga untuk bersabar dalam menghadapi cobaan. Selain itu, bupati juga berjanji akan membangun rumah warga, baik yang hanyut maupun yang mengalami rusak parah.

“Saya minta kepada saudara saya agar tabah menghadapi cobaan ini, semua datangnya dari Allah. Saya dan anggota dewan di Labura akan berkoordinasi mencari solusi menangani masalah ini,” kata H Buyung yang berjanji akan membangun rumah warga yang mengalami rusak parah.

Kepala Desa Hatapang, Hutana Sihombing kepada Waspada menyebutkan, banjir bandang yang melanda desanya datang sangat cepat dan mengerikan. 106 KK yang ada di lokasi tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

“Malam itu situasinya sangat panik, kami di sini tidak sempat menyelamatkan harta benda, air besar disertai kayu balok dan batu berukuran besar menghantam pemukiman kami di sini,” terangnya, pada saat kejadian itu sepedamotor yang dikendarainya ikut hanyut terbawa air saat dirinya hendak mengevakuasi warga.

Dia juga menyebutkan, dirinya juga sempat terjebak air banjir saat berada di lokasi, namun saat itu dia mengaku sudah pasrah apapun yang terjadi, “Saya sudah pasrah bang, karena situasi malam itu sudah sangat kacau, saya hanya bisa meminta warga saya, mencari tempat yang lebih aman,” katanya.

Salah seorang warga, Aidah br Munthe, warga Dusun 4, Desa Hatapang mengaku seluruh harta benda yang dimilikinya tidak ada yang bisa diselamatkan, karena air terlalu cepat datang dan langsung menghantam rumahnya.

“Saya tidak sempat menyelamatkan apa-apa bang, air serta kayu besar datang secara tiba-tiba dan langsung menghantam rumah saya, kami di sini hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing ke tempat yang lebih aman,” tutur Aida, yang saat itu dia melihat rumah nya ikut hanyut terbawa air. (csi)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2