Waspada
Waspada » Banjir Asahan Meluas, 2.112 Rumah Terendam Dan Jembatan Putus
Headlines Sumut

Banjir Asahan Meluas, 2.112 Rumah Terendam Dan Jembatan Putus

Jembatan Desa Karya Ambalutu, Kec Buntupane, jebol akibat tingginya arus sungai karena banjir. Waspada/Ist
Jembatan Desa Karya Ambalutu, Kec Buntupane, jebol akibat tingginya arus sungai karena banjir. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Banjir Asahan meluas dan data terakhir ada 2.112 rumah terendam di 12 desa pada tiga kecamatan, ditambah lagi satu jembatan putus, tiga jembatan rusak.

Sekretaris BPBD Kab Asahan Khaidir Sinaga, dikonfirmasi Waspada, Jumat (19/6) menjelaskan data terakhir yang terhimpun wilayah yang terkena banjir Kecamatan Tinggi Raja dua Desa (Desa Terusan Tengah dan  Desa Tinggi Raja).

Kemudian Kec Setia Janji empat Desa (Desa Bangun Sari, Desa Sei Silau Tua, Desa Sei Silau Barat, Desa Urung Pane), dan Kec Buntupane ada enam desa ( Desa Buntu Pane, Desa Karya Ambalutu, Desa Ambalutu, Desa Prapat Janji, Desa Sei Silau Timur, Desa Mekar Sari).

“Data terakhir dari 12 desa di tiga kecamatan terdata 2.112 rumah, empat rumah ibadah, dan dua sekolah terendam banjir, dengan ketinggian bervariasi dari 15 cm-100 cm,” jelas Khaidir.

Dampak banjir, lanjut Khaidir, jembatan Rambung di Dusun I, Desa Sei Nadoras, Kec BP Mandoge putus total hanyut dibawa arus deras sungai, sedangkan Jembatan Golkar di Desa Sei Kopas  rusak berat.

Kemudian jembatan di Desa Karya Ambalutu, Kec Buntupane, mengalami ambrol. Jembatan yang melintasi sungai Ambalutu Kec Buntupane, tiang tengah nyaris hilang (tinggal sebahagian) karena terbawa arus.

Roda Empat Dilarang Melintas

“Untuk jembatan di Seinadoras, masyarakat harus memutar, karena jembatannya sudah putus terbawa arus sungai, sedangkan jembatan yang rusak dibatasi pengguna jalan, untuk kendaraan roda empat atau lebih, dilarang melintas. Sedangkan untuk jembatan penghubung Desa Karya Ambalutu, ada bantuan perbaikan dari PTPN III Ambalutu,” jelas Khaidir.

Menurut Khaidir, banjir diakibatkan tingginya curah hujan yang dimulai pada Rabu (17/6) kemarin dari pukul  pukul 22.30-05.30 WIB, ditambah lagi sedimentasi (pendangkalan) sungai yang relatif tinggi dan abrasi benteng sungai yang sudah waktunya di rehabilitasi, sehingga tidak mampu menampung volume air sehingga meluap dan merendam pemukiman.

Akibatnya Sungai Silau, Aek Silau, Ambalutu, Bunut, Silau Tua, dan Piasa meluap dan merendam pemukiman.

“Keadaan sudah mulai membaik, sebagai masyarakat sudah membersihkan rumahnya yang terkena banjir. Namun air tetap merendam wilayah Asahan, dan terus bergerak mencari tempat yang rendah,” jelas Khaidir. (a19/a20)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2