Waspada
Waspada » Bangunan Rumah Warga Terancam, Dinding RW Proyek PT KAI Retak Dan Miring
Sumut

Bangunan Rumah Warga Terancam, Dinding RW Proyek PT KAI Retak Dan Miring

 

BESITANG (Waspada): Retaining wall (RW) atau tembok penahan tanah proyek PT KAI jalur Besitang -Langsa di kawasan Lingk VIII, Kel. Bukit Kubu, Kec. Besitang, kondisinya sudah retak dan dinding beton tampak miring.

Pantauan Waspada, Jumat (12/2), dinding beton bangunan RW setinggi kurang lebih 4 meter yang berada di sebelah bangunan torowongan tampak retak, bahkan salah satu titik kondisi dinding beton sudah terbelah.

Selain retak, konstruksi bangunan RW terlihat sudah mulai bergeser ditandai, kondisi dinding beton sudah terlihat miring. Kondisi ini tentu berpotensi menjadi ancaman bagi warga yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi proyek atau RW.

Jika bangunan RW roboh, maka dinding beton bersamaan dengan material tanah timbun dapat menghantam bangunan rumah yang berada di sebelahnya. Sebelum terjadi, warga mendesak RW yang retak segera diperbaiki.

Kondisi yang lebih parah juga terjadi di Lingk IV Simpang Lima. Di lokasi ini, bangunan RW yang berada persis di bagian belakang rumah warga terlihat sudah sangat miring, bahkan sambungan dinding beton RW nyaris terputus.

Konstruksi bangunan yang bermasalah ini sudah lama berlangsung, namun sampai kini belum ada terlihat upaya dari pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan segera, padahal proyek ini sudah berjalan beberapa tahun.

Warga yang rumahnya bersebelah langsung dengan dinding RW tentu wajar saja merasa cemas. Kecemasan ini tentunya beralasan mengingat bisa saja sewaktu-waktu dinding beton ini roboh dan menimpa rumah mereka.

Mantan anggota DPRD Langkat Kirana Sitepu beberapa waktu lalu menyatakan rasa keprihatinannya melihat kualitas bangunan mega proyek jalur kerata api di wilayah ini. Ia mendesak RW ini segera dibongkar karena konstruksinya tidak layik.

Dia mengatakan, pembangunan proyek PT KAI Aceh – Sumut menggunakan uang rakyat yang bersumber dari pembayaran pajak. Karena itu, lanjutnya, pembangunan harus benar-benar bermutu dan tidak boleh asal jadi.(a10)

SALAH satu rumah warga di Lingk VIII, Kel. Bukitkubu, Kec. Besitang, terancam karena RW proyek PT KAI retak dan miring. Waspada/Asrirrais

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2