Waspada
Waspada » Asner-Susanti Akan Ubah Kawasan Kumuh Jadi Kampung Warna-warni
Sumut

Asner-Susanti Akan Ubah Kawasan Kumuh Jadi Kampung Warna-warni

Calon Wali Kota Pematangsiantar Ir. Asner Silalahi, MT (dua kiri) melihat lingkungan yang kumuh dan tidak tertata dengan baik di Kel. Bantan, Kec. Siantar Barat, Minggu (15/11) .(Waspada-ist).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Keberadaan permukiman penduduk yang masuk kategori kumuh atau kurang tertata, menjadi perhatian bagi Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Ir. Asner Silalahi, MT dan dr. Susanti Dewayani, SpA. Kelak akan diubah lebih menarik dan tentunya didukung dengan kebersihannya.

“Kita akan menatanya, hingga menarik. Penataan bisa dilakukan dengan membuat gambar-gambar menarik di tembok, jalannya dan menata bunga,” sebut Asner menjawab keluhan warga setelah jalan santai dengan puluhan warga di Kel. Bantan, Kec. Siantar Barat, Minggu (15/11).

Untuk pembenahannya, Asner-Susanti telah menyiapkan program yakni kawasan atau daerah warna-warni. Asner sendiri telah melihat rumah-rumah warga yang ada di Jl. Seram Bawah, Kel. Bantan dan menurutnya, di tengah kondisi sekarang masih bisa dibenahi.

Asner Silalahi Didampingi istri dan dr. Susanti, Asner menjelaskan, penataan harus dimulai dari saluran air yang baik dan jalan harus dipastikan tidak rusak.

“Buat rumah-rumah yang ada di perbukitan, ini bisa jadi daya tarik, tinggal bagaimana kita mengkonsepnya. Tentu harus didukung warga. Warga tinggal di lokasi permukiman kumuh, bukan sebuah pilihan, tapi karena kondisi.”

Asner mengaku sudah 28 tahun bekerja sebagai ASN di Kementerian PUPR dan tentunya, ragam pengalamannya menjadi modal membenahi Pematangsiantar, baik mengatasi banjir dan menyiapkan permukiman layak huni.

“Semua harus diatur dan dikontrol. Saya sudah melihat Gg. Masjid, sangat mengkhawatirkan dan jika hujan jalannya licin, karena sangat terjal. Tapi yang saya lihat, daya jualnya ada yakni tempat berbukit, bisa jadi kampung warna-warni.”

“Saya lihat tadi, di lingkungan itu banyak bunga dan rumah berada di lahan berbukit. Disamping itu, sungai cukup bagus dan besar, hingga cocok jadi kampung warna warni. Selaku pribadi yang lama bergelut di bidang infrastruktur, kami fokus melahirkan kawasan-kawasan yang menghasilkan estetika,” sebut Asner.

Pada kesempatan itu, Asner dan dr. Susanti mendengar keluhan warga tentang banjir yang kerap menimbulkan kegelisahan, dimana saat hujan ada beberapa kawasan banjir.

Menjawab itu, Asner menjelaskan, langkah ke sana yakni memperbaiki drainase. “Karena itu harus ditata. Pematangsiantar berada di perbukitan dan banyak sungai,  tapi bisa banjir. Ini sangat tidak masuk akal.”

Asner menegaskan, jika kawasan permukiman dan jalan-jalannya tidak dibenahi, akan membuat Pematangsiantar sulit maju.

“Karena itu, pengembang juga harus kita dorong agar menyiapkan saluran utama, hingga saat banjir, airnya tidak kemana-mana tapi langsung turun. Kemudian, kita harus tata Pematangsiantar agar indah, hingga kuliner kita pun dapat maju. Kalau jalan rusak, tidak indah atau tatanan kotanya semrawut, orang enggan menikmati kuliner.”(a28/B).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2