Waspada
Waspada » ASN RSUD Tengku Mansyur Nyuri Obat
Sumut

ASN RSUD Tengku Mansyur Nyuri Obat

TANJUNGBALAI (Waspada) : Tekab Satreskrim Polres Tanjungbalai menangkap seorang ASN RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, RO, 39, diduga pelaku pembobolan gudang obat-obatan rumah sakit tersebut, Kamis (16/7).

Pelaku tidak sendirian, dalam aksinya dibantu petugas kebersihan rumah sakit, PP, 29, dan seorang pegawai magang, GS. Ketiganya ditangkap di tempat dan waktu berbeda setelah polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan pasca menerima pengaduan dari pelapor.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira diwakili Wakapolres Kompol Jumanto didampingi Kasat Reskrim AKP Rapi Pinakri, dan Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan menjelaskan para tersangka diduga melakukan
pencurian dengan pemberatan Pasal 363 KUHPidana. Kapolres menuturkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan polisi Nomor : LP/168/VII/2020/SU/Res TJB Rabu 15 Juli 2020.

Kapolres mengungkapkan tindak pidana itu berawal pada Mei 2020, PP bersama Ihsan, Azan, RO, Bayu, Igun, dan GS mencuri barang dan obat-obatan milik RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai dengan waktu yang berbeda sebanyak empat kali. Barang yang dicuri berupa lima kotak cairan infus, kemudian lima kotak cairan infus lagi, lalu empat kotak cairan infus, satu kotak vitamin C, dan dua kotak bius perangsang kehamilan.

Awal mula pencurian, pada Selasa (26/5) sekira pukul 20.00, PP bertemu dengan Ihsan, Azan, RO di RSUD Dr Tengku Mansyur usai bekerja sebagai petugas kebersihan. Ihsan lalu mengajak PP dan teman lainnya mencuri di gudang obat-obatan.

“Ayok kita cari ‘can’,” ujar Ihsan.

Selanjutnya PP melihat rumah sakit dalam keadaan sepi langsung mencari tong sampah, sementara Ihsan, dan Azan pergi menuju kamar Kramsal di dekatnya terdapat tempat penyimpanan cairan infus. Sedangkan RO menuju ruangan Poli Anak berperan memantau keadaan sekitar rumah sakit.

Setelah PP mendapat tong sampah langsung menuju ruangan Kramsal, sedangkan Azan pergi ke kamar mandi berpura pura membersihkan lantai agar orang lain tidak curiga. PP dan Ihsan pun berhasil masuk ke ruang Kramsal dengan cara membuka papan penutup jendela sampai rusak. Kedua pria ini lalu mengambil empat kotak infus, selanjutnya Ihsan meletakkan cairan tersebut ke tong sampah, kemudian membawa menuju arah belakang rumah sakit.

Sesampainya di belakang rumah sakit, tak lama kemudian RO datang dengan mengendarai Toyota Avanza. PP, Ihsan, dan Azan langsung memasukkan keempat kotak berisikan cairan infus yang diambil dari ruangan Kramsal.

RO pun pergi membawa empat kotak cairan infus. Sekira pukul 21.00, RO datang menyerahkan uang kepada ketiganya dengan masing-masing seratus ribu rupiah lalu mereka pulang.

Di hari yang berbeda masih di bulan Mei 2020 pukul 19.00, pada saat GS berada di rumahnya, Ihsan dan PP datang dan mengajaknya ke rumah sakit, lalu meminta agar menjualkan cairan infus milik mereka. Sesampainya di rumah sakit, Pandu dan Ihsan memperlihatkan 80 botol infus kepada GS yang diambil dari ruang Kramsal.

GS lalu menjualkan 40 botol infus kepada seseorang bernama Tantri dan 40 botol lagi ke seseorang yang lupa namanya. Dari hasil penjualan infus curian itu, GS mendapat keuntungan sebesar Rp160 ribu.

Pencurian tersebut berlanjut ke hari berikutnya, lagi-lagi GS berperan menjualkan infus ‘haram’ dari Ihsan dan Pandu sebanyak 60
Botol dijual kepada Mariche Panjaitan, dengan keuntungan GS Rp120 ribu.

Pada Rabu (15/7) pukul 14.00, Tekab Sat Reskrim Polres Tanjungbalai menerima laporan dari RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai dengan melakukan cek dan olah TKP. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan membawa beberapa saksi ke Mako Polres Tanjungbalai.

Usai pemeriksaan, polisi mengantongi dua nama diduga pelaku yakni RO dan PP. Sekira pukul 16.00, Tekab Sat Reskrim Polres Tanjungbalai mendapat informasi PP berada di Jln Alpokat Kel Pantaijohor Kota Tanjungbalai dan langsung ditangkap. Saat diinterogasi, tersangka mengaku mencuri bersama dua rekannya RO dan GS.

Pada Kamis (16/7) sekira pukul 09.30, RO ditangkap di Jln Sudirman Kota Tanjungbalai. Dan sekira pukul 15.00, dilakukan pengembangan dan berhasil meringkus GS. Dari tangan tersangka disita barang bukti tong sampah plastik hijau dengan tutup kuning merek Krisbow digunakan untuk membawa obat-obatan curian, dan satu unit minibus Toyota Avanza hitam Type G BK 1714 VS. (A21/A22).

Keterangan foto:
Waspada/Rasudin Sihotang

Wakapolres Tanjungbalai Kompol Jumanto menanyakan kronologis pencurian obat-obatan RSUD Kota Tanjungbalai kepada para tersangka.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2