Waspada
Waspada » Asisten RT Bawa Kabur Rp 35 Juta
Sumut

Asisten RT Bawa Kabur Rp 35 Juta

ASISTEN rumah tangga Wi, 31, warga Jl. Rakyat VIII, Desa Perdagangan I, Kec. Bandar, Kab. Simalungun, ditangkap Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar, karena diduga mencuri uang majikannya Rp 35 juta.(Waspada-Edoard Sinaga/B).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Seorang wanita asisten rumah tangga, Wi, 31, warga Jl. Rakyat VIII, Desa Perdagangan I, Kec. Bandar, Kab. Simalungun, diduga membawa kabur Rp 35 juta uang majikannya.

Akibat perbuatannya itu, Wi ditangkap Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar ketika sedang menunggu saksi Widia Arista Tumanggor, 27, warga Jl. Rakutta Sembiring, Gg. Dairi, Kel. Pondok Sayur, Kec. Siantar Martoba, Pematangsiantar di depan Supermarket Deco, Jl. Lintas Perdagangan, Kec. Bandar, Simalungun pada Jumat (20/3) siang.

Penangkapan terhadap Wi dilakukan Sat Reskrim setelah korban Rosliana Nasution, 56, wiraswasta, warga Jl. Melancthon Siregar, Kel. Suka Makmur, Kec. Siantar Marihat melalui saksi pelapor Putri Tiara Diva, 27, warga Dusun I Sejahtera, Desa Silampuyang, Kec. Siantar, Simalungun, melaporkan kehilangan uang Rp 35 juta yang sebelumnya disimpan di dalam brandkas di rumahnya pada Kamis (19/3) pagi

Menurut korban, uang miliknya itu sebelumnya dimasukkan saksi Rina Rayanto Harahap, 35, warga Jl. Sisingamangaraja, Kel. Pasar Porsea, Kab. Toba ke dalam brandkas yang diletakkan di lorong di depan kamar korban pada Senin (16/3) pukul 17:00. Kemudian, Rina menyimpan kunci brandkas itu di tempat yang hanya diketahui Rina sendiri, korban dan Wi.

Ternyata, ketika rumah dalam keadaan sepi pada Rabu (18/3) pukuk16:00, Wi mengambil kunci brandkas itu dari tempat penyimpanannya dan membuka brandkas serta mengambil uang sebesar Rp 35 juta itu. Selanjutnya, Wi segera pergi dan kembali ke Perdagangan.

Korban baru mengetahui uang itu hilang ketika saksi pelapor Putri hendak mengambil uang itu dari dalam brandkas pada Kamis (19/3) pagi. Putri sangat terkejut, karena uang itu tidak ada lagi di dalam brandkas. Hilangnya uang itu segera diberitahu kepada korban dan selanjutnya ditanya kepada Rina apakah mengambil uang yang disimpan di brandkas itu.

Namun, Rina membantah mengambil uang itu dan kecurigaan timbul kepada Wi, karena yang turut mengetahui dimana disimpan kunci brandkas dan tiba-tiba menghilang dari rumah korban.

Saksi pelapor bersama pihak kepolisian segera berangkat ke Perdagangan, apalagi diterima informasi dari saksi Widia yang menyebutkan Wi mengajak Widia bertemu di depan Supermarket Deco Perdagangan pada Jumat (20/3).

Ketika tiba di depan Supermarket Deco Perdagangan, pihak kepolisian melihat Wi sedang duduk bersama seorang anak laki-laki di dalam satu warung di depan supermarket Deco, memakai daster dan helm warna putih. Wi segera ditemui dan diinterogasi, hingga Wi akhirnya mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pengakuan Wi, pihak kepolisian membawa Wi ke markas Sat Reskrim Polres Pematangsiantar bersama barang bukti yang disita dari Wi terdiri uang Rp 16.950.000, satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam biru tanpa plat nomor polisi dan terlihat masih baru, tiga potong pakaian anak-anak, tiga potong pakaian daster, delapan potong pakaian dalam wanita dewasa, tiga kaos kutang anak-anak dan satu handuk.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Iptu Rusdi dan Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono, Sabtu (21/3) menyebutkan kasus dugaan pencurian itu masih dalam proses penyelidikan dan Wi sudah ditahan untuk mempermudah proses penyelidikan.(a30/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2