Waspada
Waspada » Aset MUI Binjai Diduga Dialihkan Ke Yayasan
Headlines Sumut

Aset MUI Binjai Diduga Dialihkan Ke Yayasan

Yayasan Wakaf Islamic Centre MUI Kota Binjai yang berdiri di atas lahan aset MUI. Aset MUI Binjai Dialihkan Ke Yayasan. Waspada/Ria Hamdani
Yayasan Wakaf Islamic Centre MUI Kota Binjai yang berdiri di atas lahan aset MUI. Aset MUI Binjai Dialihkan Ke Yayasan. Waspada/Ria Hamdani

BINJAI (Waspada): Sebidang tanah di Jalan AR Hakim, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, yang tercacat sebagai aset Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai, saat ini menjadi gunjingan sejumlah kalangan masyarakat.

Bagaimana tidak, di atas tanah tersebut saat ini sedang berjalan pembangunan Yayasan Wakaf Islamic Centre MUI Kota Binjai. Kuat dugaan, yayasan tersebut ingin dikuasai sekelompok oknum dari kalangan tokoh agama.

Kelompok oknum yang mendirikan yayasan tersebut sudah resmi dengan adanya Akte Pendirian yang diterbitkan Notaris Hj Khairunisa Kota Binjai.

“Ya, benar. Mereka ada datang yang terdiri dari tokoh agama dan menghadap saya untuk membuat akte,” kata Hj Khairunisa ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/7).

Akte Pendirian Yayasan

Informasi diperoleh, ada 7 orang yang menghadap Hj Khairunisa dalam hal pendirian Yayasan Wakaf Islamic Centre tersebut. Salah satunya, HM Jamil yang menjabat Ketua MUI Kota Binjai.

“Mereka datang tidak ada kaitannya dengan tanah. Mereka datang untuk membuat perkumpulan yang kemudian kami proses,” ucap Khairunisa.

“Katanya perkumpulan itu untuk kepentingan umat,” tambah Khairunisa saat ditanya apakah tidak bermasalah mengeluarkan akte pendirian dari notaris, mengingat lahan tersebut merupakan wakaf.

Menurut Khairunisa, Ustadz Jefri juga ada datang diantara mereka yang menghadap notaris. Namun saat ditanya apakah ada oknum dewan, Khairunisa enggan mengungkapkan.

“Kalau siapa-siapa saja yang datang, tanya mereka langsung lah. Pokoknya semua yang datang tokoh agama,” katanya.

Terkait anggaran atau biaya mendirikan akte yayasan tersebut, Khairunisa menolak memberikan keterangan. “Bendahara merekalah yang bayar,” jawab dia tanpa menyebutkan siapa nama dan tak menunjukkan kuitansi pembayaran. “Bendahara merekalah pokoknya. Coba tanyakan langsung ke mereka,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, pendirian yayasan tersebut diduga ingin dikuasai oleh sekelompok oknum, bukan mengatas namakan MUI sebagaimana mestinya.

Susunan pengurus Yayasan Wakaf Islamic Centre ini rencananya akan diketuai HM Jamil. Dari puluhan nama rencana susunan pengurus tersebut, terdapat nama legislator berinisial HMY dan seorang birokrat inisial HAH yang akan meramaikan pesta demokrasi Desember 2020 mendatang.

Karena notaris sudah mengeluarkan akte pendirian yayasan nomor 40 pada 16 Juni 2020 lalu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga sudah mengesahkannya.

Pengurus MUI Enggan Menjawab

Sayangnya, Ketua MUI Kota Binjai HM Jamil belum dapat dikonfirmasi. Ketika dihubungi berulang kali melalui selulernya, HM Jamil enggan menjawab.

Bahkan, ketika disambangi ke kediamannya Jalan AR Hakim, Binjai Utara, HM Jamil disebutkan sedang jatuh sakit. “Bapak ada, tapi lagi sakit. Saya baru saja menjenguknya. Jadi belum bisa diganggu,” kata anak didik HM Jamil.

Sementara itu, Sekretaris MUI Jafar Sidiq ketika dikonfirmasi enggan memberikan jawaban. “Sama ketua sajalah. Coba sebentar saya koordinasikan dengan ketua,” kata Jafar dan ketika dihubungi kembali tidak menjawab. (a03/a34)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2