Arus Balik Penumpang KNIA 10.385 Orang Di Masa Pandemi

Arus Balik Penumpang KNIA 10.385 Orang Di Masa Pandemi

  • Bagikan
Arus balik penumpang saat proses antre check-in di KNIA. Arus balik penumpang KNIA 10.385 orang di masa pandemi. Waspada/Irianto
Arus balik penumpang saat proses antre check-in di KNIA. Arus balik penumpang KNIA 10.385 orang di masa pandemi. Waspada/Irianto

DELISERDANG (Waspada): Jumlah penumpang pada puncak arus balik libur panjang, Minggu (1/11) di Kualanamu International Airport (KNIA) mencapai 10.385 orang. Data lalu lintas pergerakan penerbangan pada arus penumpang itu menunjukkan peningkatan di masa pandemi Covid-19.

Plt. Manager Branch Communication Legal Bandar Udara International Kualanamu, Paulina Simbolon yang dikonfirmasi Waspada.id, Senin (2/11) tak menampik hal itu.

Selama 3 hari menjelang libur panjang ada 7.295 penumpang pada Sabtu (24/10), 8.099 penumpang pada Minggu (25/10), dan 6.992 pada Selasa, (27/10). “Puncak pergerakan terjadi, Rabu (28/10)  9.891 penumpang,” katanya.

Paulina menuturkan jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya pada jumlah hari yang sama, biasanya KNIA pergerakan penumpang datang dan pergi perharinya 5.000 sampai 6.000 penumpang, maka terjadi peningkatan dari jumlah penumpang.

“Dan saat ini jika dirata-rata minggu ini, kami melayani 8 ribu penumpang perhari. Sementara, minggu lalu kami melayani 5 ribu penumpang,” paparnya.

Sedangkan penumpang pada puncak arus balik yang terjadi Minggu (1/11) di KNIA mencapai 10.385 orang. “Data yang kami terima dari maskapai, jumlah penumpang pada puncak arus balik di KNIA 10.385 orang, merupakan jumlah penumpang tertinggi di tengah pandemi,” sebutnya.

Sementara, pergerakan pesawat di KNIA mencapai 96 penerbangan. “Kami berharap tren ini dapat terjaga, dan yang paling penting agar Bandar Udara International Kualanamu, dan seluruh stakeholder dapat dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan,” cetusnya.

Dengan demikian lanjut Paulina, konektivitas udara tetap terjaga dan sektor penerbangan dapat berkontribusi optimal terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Adapun tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) penerbangan di KNIA mencapai hampir 80 persen. Diperkirakan Paulina, selain faktor cuti bersama, peningkatan jumlah penumpang juga disebabkan oleh stimulus yang diberikan pemerintah untuk tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

Untuk diketahui airlines di KNIA yang saat ini masih beroperasi yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, AirAsia, Susi Air dan beberapa penerbangan charter. Sedangkan rute tujuan saat ini masih didominasi penumpang tujuan Jakarta.(a13/B)

 

  • Bagikan