Arist Merdeka Sebut Hak Asuh Anak Gisel Bisa Dicabut

Arist Merdeka Sebut Hak Asuh Anak Gisel Bisa Dicabut

  • Bagikan
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberikan keterangan pers. Arist Merdeka Sebut Hak Asuh Anak Gisel Bisa Dicabut. Waspada/Ist
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberikan keterangan pers. Arist Merdeka Sebut Hak Asuh Anak Gisel Bisa Dicabut. Waspada/Ist

TOBA (Waspada) : Dengan ditetapkannya Gisel dan MYD oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka pemeran video syur yang menghebohkan masyarakat Indonesia, Gisel dan MYD dapat dikenakan pasal berlapis yakni UU RI tentang ITE dan UU RI tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 6-12 tahun. Disamping itu, atas perbuatannya, hak asuh Gisel atas anaknya dapat dicabut untuk sementara melalui ketetapan pengadilan.

Demi kepentingan terbaik anak dan masa depan anak Gading Marten sebagai orangtua Gempita dapat mengajukan penetapan hak asuh melalui pengadilan dengan dasar bahwa Gisel mempunyai perilaku tak layak mengasuh anak.

Perilaku tak layak mendidik dan mengasuh anak bahwa menurut pengakuan Gisel dan MYD bahwa video syur yang menghebohkan itu dengan sengaja dibuat tahun 2017 di salah satu hotel di Medan sebelum Gisel bercerai dengan Gading Marten tahun 2019.

“Prilaku dan perbuatan Gisel dan MYD telah mencederai hak anaknya dan anak-anak usia remaja di Indonesia. Tidak terbantahkan lagi selain pengakuan Gisel atas produksi video itu, hasil dari forensik dan ahli ITE juga menyimpulkan bahwa pemeran video syuur itu identik dengan Gisel dan MYD sehingga Polda Metro Jaya menetapkan Gisel dan MYD sebagai tersangka,” demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak lewat rilis berita yang diterima Waspada.id, Rabu (30/12).

Lebih jauh Arist Merdeka Sirait dalam keterangannya mengatakan, mengingat perilaku Gisel atas video syur itu sadar diproduksinya bersama pasangannya walaupun menurut pengakuannya tak ikut menyebarluaskan kepada publik, tidaklah berlebihan, berdasarkan UU tentang Pornografi, Gisel dan pasangannya dalam video syur itu dapat dikenakan pasal berlapis.

“Sudahlah tepat jika Gisel dan MYD dikenakan hukuman 12 tahun pidana penjara. Keduanya dengan ketidakhati-hatiannya, selain memproduksi namun juga dapat disebut ikut serta menyebarluaskan,” ujar Arist.

Mengingat ancaman hukumannya 6 sampai 12 tahun pidana penjara dan perilaku Gisel telah mencederai hak anaknya, demi masa depan anak dan beban psikologis anak, Komnas Perlindungan Anak merekomendasikan agar Gading Marten selaku orangtua anak, mengambil hak asuh anak.

“Untuk kekuatan hukumnya Gading Marten dapat mengajukan penetapan hak asuh anak melalui penetapan pengadilan. Hak asuh anak Gisel dapat dicabut sementara melalui penetapan hakim dan salah satu unsur untuk mencabut hak asuh anaknya sudah terpenuhi yakni perilaku tak mendidik anak,” papar Arist diakhir keterangannya. (a36)

 

  • Bagikan