Waspada
Waspada » Arist Merdeka: BT Serahkan Diri Dan Pertanggungjawabkan Perbuatan 
Sumut

Arist Merdeka: BT Serahkan Diri Dan Pertanggungjawabkan Perbuatan 

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Waspada/IST

TOBA (Waspada) : Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak BT,46, Ketua Panwascam Narumonda non aktif Kabupaten Toba terduga pelaku kekerasan seksual terhadap ponakannya sendiri selam 8 tahun segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawakan perbuatannya terhadap ponakannya (maen kandungnya-red) sebelum Polres Toba menangkap paksa.

Desakan ini disampaikan Arist Merdeka lewat rilis yang diterima Waspada, Minggu (27/9).

“Saya sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, menghimbau agar saudara BT menyerakan dirilah Kepada Polres Toba, sebelum anda di tangkap secara paksa.”

“Kalau anda terus bersembunyi, tindakan anda akan lebih merugikan diri anda sendiri. Seharusnya anda melindungi keponakan anda sendiri, bukan justru merusak masa depan anak sekaligus ponakan (maen-dalam adat Batak).”

“Apalagi anda berprofesi sebagai wartawan yang setiap hari memberitakan kasus yang sama kepada publik sebagai kontrol sosial (social control), ee.ee..ternyata andalah predatornya yang sudah sepatutnya mendapat hukuman yang setimpal dan luar biasa atas perbuatanmu sendiri,” ujar Arist

Dalam kesempatan ini, Arist mengapresiasi Kasat Reskrimum Polres Tobasa yang telah menemukan dua alat bukti dan telah melakukan gelar kasus untuk menetapkan BT sebagai tersangka.

Untuk memastikan proses hukum dan pemulihan Psikologis korban, Arist mengaku akan berkordinasi dengan Polres Toba untuk urusan penegakan hukum dan segera membentuk Tim pemulihan dan rehabilitasi sosial korban dan meminta bapak Parlin Sianipar untuk menanggungjawapi sebagai sebagai Kordinator pelaksana Perlindungan Anak di Tobasa.

Mengingat kasus kejahatan seksual baik dalam bentuk incest, sodomi dan pencabulan terhadap anak terus meningkat dan dilakukan secara perorangan dan bergerombol (Geng Rape) di Tobasa, Arist merdeka akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak pihak berkepentingan.

“Tobasa dan sekitarnya merupakan daerah religius dan memegang teguh adat istiadat dalihan natolu, dalam waktu yang tidak begitu lama,”

Tim Komnas Perlindungan Anak mengagendakan bertemu dengan pimpinan daerah, alim ulama dan pemimpin gereja, tokoh adat untuk membicarakan dan mencari solusi terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual dan pelanggaran hak anak dalam bentuk lainnya yang dilakukan orang terdekat di Tobasa,” pungkas Arist. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2