AP II Kualanamu Digugat Rp1,8 M, Jaminan Pengugat Terancam Dilelang

AP II Kualanamu Digugat Rp1,8 M, Jaminan Pengugat Terancam Dilelang

  • Bagikan
uasana sidang lanjutan rekanan gugat PT Angkasa Pura II senilai Rp1,8 Milliar, pada agenda mendengarkan saksi dari pengugat di PN Lubukpakam. AP II Kualanamu Digugat Rp1,8 M, Jaminan Pengugat Terancam Dilelang. Waspada/Edward Limbong
uasana sidang lanjutan rekanan gugat PT Angkasa Pura II senilai Rp1,8 Milliar, pada agenda mendengarkan saksi dari pengugat di PN Lubukpakam. AP II Kualanamu Digugat Rp1,8 M, Jaminan Pengugat Terancam Dilelang. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Penggugat PT Angkasa Pura II Kualanamu senilai Rp1,8 Milliar yakni Direktur CV Marendal Mas Syamsul Caniago adalah merupakan debitur (peminjam) Bank Sumut Cabang Tembung, saat ini terancam akan dilakukan lelang jaminan karena tidak bisa melakukan pembayaran angsuran secara tepat waktu hingga waktu pelunasan.

Hal itu terungkap saat sidang lanjutan rekanan gugat PT Angkasa Pura II senilai Rp1,8 Milliar, pada agenda mendengarkan saksi dari pengugat di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, Kamis (8/4).

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Munawwar Hamidi SH didampingi hakim anggota Halimatussakdiah dan Irwansyah. Dengan turut dihadiri kuasa hukum penggugat (rekanan), Dedi Pranajaya SH dan Sigit Purnomo SH, serta kuasa hukum tergugat (PT AP II) Wahana Grahawan.

Salah satu AO pada Bank Sumut Cabang Tembung Yudi Prabowo yang dihadirkan sebagai saksi oleh penggugat pada sidang mengatakan bahwa Syamsul Caniago adalah peminjaman dengan mengajukan Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT AP II, kini sudah 2 kali menyampaikan surat restrukturisasi kredit kepada Bank Sumut untuk mohon pertimbangan karena dia saat ini sedang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya di Bank.

Kata Yudi, Syamsul Caniago harus membayar pinjaman dan bunga sebesar Rp650.866.531 dengan jatuh tempo 29 April 2021, bila tidak bisa membayarkan kemungkinan akan dilakukan lelang jaminan.

Sementara itu kuasa hukum penggugat (rekanan), Dedi Pranajaya SH dan Sigit Purnomo SH usai sidang menyebutkan dengan melihat saksi mengungkapkan dampak dari belum dilakukannya pembayaran kontrak pengadaan dan pemasangsan alat pendingin ruangan atau AC (Air Conditioner) pada garbarata terminal Bandara Internasional Kualanamu, dengan nilai kontrak Rp1.050.000.000 itu maka jaminan penggugat terancam dilakukan lelang. Oleh sebab itu, diharapkan majelis hakim dapat mempertimbangkan untuk mengabulkan seluruh gugatan.

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, Direktur CV Marendal Mas, Syamsul Chaniago, menggugat PT Angkasa Pura II Kualanamu di PN Lubukpakam terkait belum dibayarnya kontrak kerja pada proyek pengadaan dan pemasangan alat pendingin ruangan atau AC yang sudah diserahterimakan prestasi pisik mencapai 100 persen pada 6 April 2020 dengan kontrak senilai Rp1.050.000.000. Dengan kondisi belum dilakukannya pembayaran, penggugat mengalami kerugian dan kini berharap mendapatkan keadilan dengan majelis hakim mengabulkan pokok gugatannya senilai Rp1,8 miliar. (a16).

Berita terkait:

Gugatan Rp1,8 M Ke AP II, Penggugat Pertanyakan Serapan Anggaran 2019

  • Bagikan