Waspada
Waspada » Antisipasi Mudik, Polres Asahan Dirikan 7 Pos
Sumut

Antisipasi Mudik, Polres Asahan Dirikan 7 Pos

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Bupati Asahan Surya, saat memeriksa barisan saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021. Antisipasi Mudik, Polres Asahan Dirikan 7 Pos. Waspada/Sapriadi
Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Bupati Asahan Surya, saat memeriksa barisan saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021. Antisipasi Mudik, Polres Asahan Dirikan 7 Pos. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Mengantisipasi mudik lebaran, Polres Asahan dalam Ops Ketupat Toba 2021 mendirikan 7 pos pengamanan dan pelayanan, hal itu dalam rangka memutus penyebaran mata rantai Covid-19.

Hal itu disampaikan Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021,Rabu (5/5/2021) di Mapolres Asahan. Menurutnya melalui operasi ini Polres Asahan akan berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, mulai saat menjalankan ibadah puasa hingga perayaan Idul Fitri.

Selanjutnya menjaga dan mengajak masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan selanjutnya mencegah masyarakat dari luar daerah mudik, sesuai dengan surat edaran pemerintah pusat. Sehingga kita TNI, Polri dan Pemkab mendukung kebijakan tersebut.

“Untuk wilayah hukum Polres Asahan kita mendirikan 7 pos, yang dibagi dalam enam Pos Pengamanan, dan satu Pos Pelayanan, untuk memantau transportasi yang masuk dan keluar di Asahan. Dan Ops Ketupat Toba ini dimulai 5-17 Mei 2021,” jelas Nugroho.

Nugroho juga mengatakan dalam satu pos, terdiri dari TNI, Polri, dan unsur pelayanan masyarakat dari Pemkab Asahan, akan bekerja sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terutama dalam mengantisipasi masyarakat yang mudik masuk atau keluar dari wilayah Kab Asahan.

“Tentunya yang paling utama kita tekankan, personil yang bertugas di pos akan tetap profesional dan humanis dalam memberikan pelayanan,” jelas Nugroho.

Disinggung dengan adanya modus dan alibi masyarakat yang mudik agar bisa menerobos masuk dan keluar dari Asahan, Nugroho, mengatakan bahwa dirinya telah mengkaji hal itu, sehingga upaya yang dilakukan adalah mendirikan 7 pos pengaman dan pelayanan, sehingga bisa menyekat masyarakat yang ingin mudik.

“Mendirikan tujuh pos itu adalah upaya kita dalam menyekat masyarakat yang mudik. Namun dalam menjalankan tugas ini, tentunya Polri tidak bisa berdiri sendiri, sehingga melibatkan Pemkab Asahan, karena di setiap pos ada personil TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya, sehingga pengamanan ini bisa berjalan dengan baik,” jelas Nugroho.

Pos Mikro

Sedangkan Bupati Asahan Surya, menuturkan dalam menyekat arus mudik, pihaknya mulai perangkat desa, kelurahan, dan camat bekerja sama dengan TNI dan Polri melakukan pengawasan dan mendirikan Pos Mikro di desa.

“Hal ini sebagai sarana pengawasan bagi masyarakat luar yang masuk ke Asahan, terutama di wilayah perbatasan,” jelas Surya.

Surya juga menegaskan bahwa ASN di Asahan dilarang mudik, sehingga bila diketahui ada pelanggaran itu akan diproses dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

“Ini semuanya dalam menjaga masyarakat, terutama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Asahan,” jelas Surya. (a19/a20)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2