Anggota Fraksi PDIP DPRD Humbahas Ditarik Dari Pansus

Anggota Fraksi PDIP DPRD Humbahas Ditarik Dari Pansus

  • Bagikan
KETUA Fraksi PDIP DPRD Humbahas, Kepler Torang Sianturi. Waspada/Ist
KETUA Fraksi PDIP DPRD Humbahas, Kepler Torang Sianturi. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Anggota Fraksi PDIP DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) ditarik/mundur dari Panitia Khusus (Pansus) pengawasan Covid, Tatib dan aset. Pasca penarikan anggota fraksi pemenang Pemilu 2019 di Humbahas itu, komposisi fraksi yang tinggal di Pansus adalah Fraksi Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra-Demokrat (Gede), dan Persatuan Solidaritas.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Humbahas, Kepler Torang Sianturi kepada Waspada.id, Rabu (15/9) melalui selulernya mengatakan, anggota Fraksi PDIP itu, Minter Hulman Tumanggor, Masria Sinaga, Jamanat Sihite, Kepler Torang Sianturi, Daniel Banjarnahor, dan Tingkos Martua Silaban. Penarikan anggota dari Pansus dilakukan, Senin (13/9), dengan surat Nomor: 10/F-PDIP/IX/2021. Perihal pencabutan nama anggota Pansus dari PDI Perjuangan. Surat penarikan anggota fraksi itu ditujukan kepada pimpinan DPRD Humbahas, ditandatangani Ketua Fraksi Kepler Torang Sianturi, Sekretaris Minter Hulman Tumanggor.

Kepler menjelaskan, alasan penarikan anggota fraksi dari PDIP dilakukan atas tiga pertimbangan, Pertama, rekomendasi rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 15 Juni 2020 tentang pengajuan Pansus Aset dan Pansus Covid-19. Kedua, rapat Banmus tanggal 2 September 2021 tidak diikuti Fraksi PDIP yang ditandatangi oleh Wakil Ketua DPRD, Marolop Manik. Ketiga, rapat Paripurna internal DPRD pembentukan Pansus tidak diikuti oleh Fraksi PDIP tertanggal 3 September 2021 yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Marolop Manik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Humbahas Marolop Manik saat dimintai tanggapannya mengatakan, bahwa penarikan anggota dari pansus adalah hak fraksi. “Itu hak mereka. Masuk atau keluar itu hak mereka, yang pasti Pansus Covid, Aset dan Tatib tetap jalan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna internal DPRD, Jumat (3/9) lalu,” kata Marolop.

Dijelaskan, perihal pembentukan Pansus telah dijalankan sesuai tahapan tanpa melanggar tatib yang ada.

Marolop mengakui, pada rapat paripurna internal pembentukan pansus, Fraksi PDIP tidak hadir. Namun setelah pembentukan pansus disahkan dalam paripurn internal, pimpinan DPRD menyurati Fraksi PDIP untuk menyampaikan nama anggota fraksi sebagai anggota pansus. Kemudian, oleh PDIP menyerahkan nama-nama anggota fraksi yang kemudian dibacakan dalam paripurna internal. Selanjutnya ke tiga pansus tersebut (Covid, Aset, dan Tatib) ditetapkan melalui ketok palu paripurna. (cas)


  • Bagikan