Waspada
Waspada » Anak Sungai Menyempit Akibat Bangunan
Sumut

Anak Sungai Menyempit Akibat Bangunan

Kondisi paluh/anak sungai di Kampung Terusan Labuhanruku jadi sempit digasak bangunan rumah.Waspada/Iwan Has

LABUHANRUKU (Waspada): Anak sungai atau dikenal paluh di sisi ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tanjungtiram-Sei Bejangkar tepatnya Kampung Terusan Lingkungan I Kelurahan Labuhanruku, Kecamatan Talawi, Batubara menjadi pembicaraan warga karena makin sempit tidak sampai satu meter akibat terjepit digasak oleh pembangunan dua rumah.

Menurut warga sebelah kanan paluh masuk dalam wilayan Dusun I Desa Pahang kini sedang dikerjakan pembangunan rumah/ruko. Dan sebelah kiri di lokasi Lingkungan I Labuhanruku sudah dibangun rumah merangkap bengkel.

“Dua bangunan rumah itu membelah anak sungai Kampung Terusan. Padahal bangunan bis/jalan air sungai peninggalan penjajahan Belanda tersebut lebih dua meter. Dan sejak tahun Limapuluhan sampan warga memanfaatkan anak sungai tersebut sebagai alur keluar masuk mengangkut daun nipah sebagai bahan menyemat atap sebagai mata pencaharian mereka” kata Saruddin warga setempat kesal, Jum’at (28/2)

Kepala Lingkungan I Kelurahan Labuhanruku Mohar membenarkan ada bangunan rumah bengkel di pinggir anak sungai dan sudah dilaporkan kepada Lurah Labuhanruku. Masih ditunggu tindakan penyelesaiannya, anak sungai sempit otomatis air pasang menimbulkan banjir dipemukiman di depan jalan besar.

Camat Talawi Muliadi mengaku belum mendapat kabar masalah paluh/ anak sungai Kampung Terusan jadi sempit akibat adanya bangunan rumah kiri kanannya dan akan menanyakan masalah tersebut kepada Lurah Labuhanruku maupun Kades Pahang.

“Ini sudah saya sampaikan ke pada Lurah Labuhanruku dan Kades Pahang untuk menanyakan kepada pemilik bangunan rumah,apakah mereka membangun sesuai dengan surat tanah dimiliki”sebut Muliadi

Lurah Labuhanruku Syahrul Ayadi jauh hari sebelumnya mengaku telah meninjau ke lokasi dan menanyakan pemilik rumah/bengkel bahwa bangunannya memakan anak sungai hingga menyempit, bahkan bersedia bangunannya dibongkar bila diperlukan.

Sedangkan bangunan rumah/ruko sebelah kanan anak sungai masuk wilayah Desa Pahang dan bukan wewenangnya menegur. (a13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2