Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam, 1 Diterjang Longsor

Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam Banjir, 1 Rumah Hancur Diterjang Longsor

  • Bagikan
SATU unit rumah warga di Dusun Sumber Rejo, Desa Bukitmas, Kec. Besitang, hancur diterjang longsor. Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam Banjir, 1 Rumah Hancur Diterjang Longsor. Waspada/Ist
SATU unit rumah warga di Dusun Sumber Rejo, Desa Bukitmas, Kec. Besitang, hancur diterjang longsor. Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam Banjir, 1 Rumah Hancur Diterjang Longsor. Waspada/Ist

BESITANG (Waspada): Ratusan rumah warga di Desa Bukitmas, Kec. Besitang, terendam banjir dan satu unit rumah di antaranya yang berada di pinggiran anak sungai Cinur hancur akibat diterjang longsor, Rabu (16/12) subuh.

Satu rumah yang diterjang longsor adalah milik Suadi, warga Dusun Sumberejo, Desa Bukitmas. Rumah tersebut rusak parah, bahkan rata dengan tanah, namun peristiwa banjir disertai longsor ini tidak terdapat korban jiwa.

Menurut keterangan yang dihimpun Waspada.id, hujan deras yang berlangsung, Selasa (15/12) malam, menyebabkan anak sungai Cinur meluap. Banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Pantai Buaya, Dusun Pantai Gadung dan Dusun Sumber Rejo.

RATUSAN rumah warga di Desa Bukitmas, Kec. Besitang, terendam banjir. Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam Banjir, 1 Rumah Hancur Diterjang Longsor. Waspada/Ist
RATUSAN rumah warga di Desa Bukitmas, Kec. Besitang, terendam banjir. Anak Sungai Cinur Meluap, 250 Rumah Terendam Banjir, 1 Rumah Hancur Diterjang Longsor. Waspada/Ist

Sekretaris Desa Bukitmas Musa Tarigan dihubungi Waspada.id mengatakan, banjir yang melanda di tiga dusun menyebab 250 rumah masyarakat terendam dengan ketinggian air mencapai 30 sampai dengan 120 Cm.

Dia mengatakan, satu unit rumah semi permanen yang hancur diterjang longsong kebetulan sedang tidak ada penghuninya. Saat kejadian, lanjut Sekdes, pemilik rumah, Suadi, sedang berada di Pekanbaru, Riau.

“Air kini sudah surut dan sebagian warga telah membersihkan rumah dari endapan lumpur,” kata Sekdes sembari menambahkan, dalam peristiwa banjir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum ada yang turun.

Camat Besitang H. Ibnu Hajar saat ditemui Waspada.id mengatakan, sesuai laporan dari pihak desa, ada sekitar 250 warga yang terendam dan satu rumah hancur akibat tanah perbukitan di pingggiran anak sungai longsor. “Peristiwa ini sudah dilaporkan ke kabupaten,” ujarnya.

Banjir yang kerap terjadi di Besitang diduga disebabkan terjadinya kerusakan cukup parah terhadap ekosistem hutan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kerusakan kawasan hutan hujan tropis dataran rendah terluas ketiga di dunia ini berimplikasi besar terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS).

Tahun 2006 silam, Besitang pernah dilanda banjir bandang dengan ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter. Bencana alam yang terjadi menjelang akhir tahun tersebut merenggut beberapa korban jiwa dan ratusan rumah warga hancur diterjang arus deras air.

Bencana alam terbesar sepanjang sejarah ini masih membekas diingatan warga. Sebagian besar masyarakat masih trauma, apalagi saat musim penghujan seperti saat sekarang ini. Warga berharap bencana yang terjadi 14 tahun silam tidak terulang kembali. (a10)

  • Bagikan